The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ini Dia Maman Suryadi, Panglima Laskar FPI yang Bantu Irjen Napoleon Hajar Muhammad Kece
Kolase foto Irjen Napoleon Bonaparte dan mantan Maman Suryadi. (Ist)
News

Ini Dia Maman Suryadi, Panglima Laskar FPI yang Bantu Irjen Napoleon Hajar Muhammad Kece

Selasa, 21 September 2021 17:44 WIB 21 September 2021, 17:44 WIB

INDOZONE.ID - Sosok Maman Suryadi, mantan Panglima Laskar Front Pembela Islam (FPI) menuai sorotan setelah diketahui turut membantu Irjen Napoleon Bonaparte saat menganiaya  tersangka penistaan agama, Muhammad Kece, di dalam rumah tahanan Bareskrim Polri pada Kamis dini hari (26/8/2021).

Hal tersebut terungkap setelah polisi memeriksa 13 saksi secara estafet terkait kasus penganiayaan terhadap Kece ini sejak Senin (20/9/2021).

Selain oleh Maman Suryadi, Napoleon juga dibantu oleh dua tahanan lainnya yang bukan berasal dari FPI.

Napoleon bersekongkol dengan Maman dalam hal melumuri Kece dengan tinja.

"(Yang) Dua lagi itu tahanan dalam kasus pidana umum terkait masalah pertanahan," ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, Selasa (21/9/2021).

Adapun Maman ditahan karena kasus kerumunan (pelanggaran protokol kesehatan) di Petamburan, Jakarta Pusat, saat acara pernikahan putri Rizieq Shihab dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dalam kasus itu, Maman ikut terseret karena ia adalah penanggungjawab keamanan acara. Selain Maman, Ketua FPI Sobri Lubis juga ikut jadi tersangka.

Maman divonis 8 bulan penjara sesuai vonis Majelis Hakim.

Andi mengatakan, salah seorang narapidana disuruh oleh Napoleon untuk mengambil plastik putih ke kamar Napoleon Bonaparte yang kemudian diketahui berisi tinja (kotoran manusia).

"Oleh NB (Napoleon Bonaparte), kemudian korban dilumuri dengan tinja pada wajah dan bagian badannya. Setelah itu berlanjut pemukulan/penganiayaan terhadap korban MK oleh NB," terang Andi.

Napoleon Bonaparte diketahui bisa masuk ke kamar sel Kece dengan sebelumnya telah menukar terlebih dahulu gembok kamar sel Kece dengan kamar sel tahanan lainnya berinisial H alias C.

H alias C disebut-sebut sebagai 'Ketua RT' di dalam rutan tersebut.

"Gembok standar untuk kamar sel korban diganti dengan gembok milik 'Ketua RT' atas permintaan NB, makanya mereka bisa mengakses," jelas Andi.

Penetapan Tersangka Pekan Ini

Lebih lanjut, Andi mengatakan bahwa penetapan tersangka atas kasus penganiayaan Kece ini akan dilakukan pekan ini.

"Mudah-mudahan dalam minggu ini sudah bisa gelar penetapan tersangka," ujar Brigjen Andi.

Sehari sebelumnya, polisi telah memeriksa tujuh saksi yang terdiri atas empat petugas Rutan Bareskrim Polri dan tiga orang saksi.

Andi menyebutkan, total saksi yang telah dimintai keterangan terhitung sejak laporan polisi dilayangkan tanggal 26 Agustus 2021 sebanyak 13 orang, termasuk pelapor (Muhammad Kece-red).

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US