The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jakarta Panas Terik, Tangerang Capai Suhu 36 Derajat, Ini Penjelasan BMKG
Ilustrasi cuaca panas. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
News

Jakarta Panas Terik, Tangerang Capai Suhu 36 Derajat, Ini Penjelasan BMKG

Bukan gelombang panas

Senin, 09 Mei 2022 12:34 WIB 09 Mei 2022, 12:34 WIB

INDOZONE.ID - Cuaca di Jakarta dan sebagian wilayah Indonesia dalam sepekan terakhir mengalami panas terik bahkan ada yang mencapai suhu 36 derajat celcius.

BMKG mencatat suhu maksimum terukur selama periode 1-7 Mei 2022 berkisar antara 33-36,1 derajat Celcius dengan suhu maksimum tertinggi hingga 36,1 derajat Celcius terjadi di wilayah Tangerang-Banten dan Kalimarau-Kalimantan Utara.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan fenomena panas terik yang terjadi dipicu beberapa hal, yaitu posisi semu matahari saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator yang mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau, dimana tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujan akan sangat berkurang, sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari akan cukup mendominasi.

Baca juga: F1 GP Miami 2022: Max Verstappen Senang Juara di Trek Baru

Dominasi cuaca yang cerah dan tingkat awan yang rendah tersebut dapat mengoptimalkan penerimaan sinar matahari di permukaan Bumi, sehingga menyebabkan kondisi suhu yang dirasakan oleh masyarakat menjadi cukup terik pada siang hari.

Guswanto pun mengimbau agar masyarakat untuk mewaspadai kondisi suhu panas atau terik pada siang hari hingga pertengahan Mei 2022.

"Masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga kondisi stamina tubuh dan kecukupan cairan tubuh terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari," katanya melansir Antara, Senin (9/5/2022).

Meski mengalami panas terik, Guswanto menekankan bahwa suhu panas terik yang terjadi di wilayah Indonesia bukan fenomena gelombang panas.

Fenomena gelombang panas biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika yang dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah. Sedangkan yang terjadi di wilayah Indonesia adalah fenomena kondisi suhu panas/terik dalam skala variabilitas harian.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Rachmat Fahzry
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US