The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Partai Buruh dan FSPMI Gelar Aksi Demo di DPR, Ini Tuntutannya
Massa dari berbagai elemen buruh melakukan unjuk rasa di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/1/2022).(ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
News

Partai Buruh dan FSPMI Gelar Aksi Demo di DPR, Ini Tuntutannya

Taati prokes.

Senin, 07 Februari 2022 08:54 WIB 07 Februari 2022, 08:54 WIB

INDOZONE.ID - Partai Buruh dan sejumlah organisasi buruh di Jabodetabek akan menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, hari ini Senin (7/2/2022). Aksi ini juga dilakukan serentak di sejumlah kota di Tanah Air.

“Titik kumpul langsung di DPR RI jam 10 pagi hingga selesai," kata Presiden Partai Buruh Said Iqbal kepada wartawan, Minggu (6/2/2022).

Said mengklaim aksi ini juga diselenggarakan serentak di puluhan kota, seperti Bandung, Semarang, Jepara, Surabaya, Makassar, Aceh, Medan, Banjarmasin dan kota-kota lainnya.

Salah satu tuntutan utama dari aksi ini adalah memastikan Omnibus Law Cipta Kerja yang sudah dimasukkan DPR ke dalam program legislasi nasional (Prolegnas), agar tidak dibahas lagi bersama pemerintah.

"Jadi kami minta dikeluarkan. Karena MK sudah jelas menyatakan bahwa proses pembentukan RUU Cipta Kerja itu inkonstitusional bersyarat dan cacat formil. Oleh karenanya tidak layak dibahas kembali oleh DPR bersama pemerintah," kata Said.

Izin Polisi

Said juga menjelaskan perihal izin kepolisian dalam kegiatan ini. Menurut dia, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) sudah mengajukan surat izin dari satu pekan yang lalu. Partai Buruh juga mengajukan permohonan izin yang sama dua hari lalu.

"Oleh karena itu, sampai hari ini karena tidak ada larangan atau pun ditolak melalui pemberitahuan itu, maka kami berpendapat aksi tetap bisa dilanjutkan," katanya menjelaskan.

Said juga berjanji aksi akan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Karena dia tak ingin aksi ini malah menjadi menyusahkan pemerintah.

“Intinya aksi yang akan dilakukan oleh partai buruh dan FSPMI dalam rangka HUT FSPMI ke-23 itu adalah mengikuti protokol kesehatan sesuai arahan petugas keamanan yang bertugas dan Satgas covid 19. Kami akan jaga itu. Itu prinsip-prinsip,” ujarnya.

“Kami tidak ingin menambah beban pemerintah dan rakyat Indonesia dengan meningkatnya klaster-klaster omicron. Kita bersama Presiden Jokowi dan pemerintah untuk meninggalkan atau mengurangi bahkan meniadakan Covid-19,” dia menambahkan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Gema Trisna Yudha
Harits Tryan Akhmad

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US