The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Prof Zubairi Sebut Angka Kematian COVID-19 di Indonesia Suram: Berhentilah Jadi Antisains
Profesor Zubairi Djoerban. (Instagram/@ProfesorZubairi)
News

Prof Zubairi Sebut Angka Kematian COVID-19 di Indonesia Suram: Berhentilah Jadi Antisains

Selasa, 13 Juli 2021 09:27 WIB 13 Juli 2021, 09:27 WIB

INDOZONE.ID - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban kembali mengingatkan masyarakat soal mengganasnya COVID-19 belakangan ini.

Hari Minggu (11/7/201) kemarin, kata Prof Zubairi, adalah hari yang menyeramkan. Sebab, Indonesia mencetakkan rekor kematian harian COVID-19 tertinggi di dunia.

"Ahad kemarin adalah hari yang suram. Covid-19 merenggut 1007 nyawa di Indonesia yang merupakan rekor kematian harian Covid-19 tertinggi di dunia. Lebih dari itu, angka itu bukan anonim," kata Prof Zubairi melalui akun Twitter-nya, Senin (12/7/2021).

Angka tersebut bukan sekadar data. Di dalamnya mungkin ada nama-nama orang yang kita cintai. Prof Zubairi kemudian meminta masyarakat yang tidak percaya COVID-19 untuk berhenti menjadi antisains.

Baca juga: Bupati Bekasi Meninggal karena Covid-19, Anies Turut Berduka Cita

"Ada nama sahabat saya, keluarga Anda, atau orang tua Anda. Berhentilah menjadi antisains," sambungnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, per tanggal 11 Juli 2021, kasus COVID-19 di Indonesia sebanyak 36.197 kasus dengan angka kematian sebanyak 1.007 kasus. Dengan tingginya angka kasus tersebut, maka total kasus positif menjadi 2.527.203, sembuh 2.084.724, dan wafat 66.464 jiwa.

Berikut sebaran 36.197 kasus baru Corona di Indonesia per Minggu (11/7/2021):

  1. DKI Jakarta: 13.133 kasus
  2. Jawa Barat: 6.704 kasus
  3. Jawa Tengah: 2.575 kasus
  4. Jawa Timur: 2.419 kasus
  5. DI Yogyakarta: 1.895 kasus
  6. Kalimantan Timur: 1.134 kasus
  7. Banten: 679
  8. Riau: 653
  9. Kepulauan Riau: 651
  10. Bali: 561
  11. Nusa Tenggara Barat: 503
  12. Sulawesi Selatan: 477
  13. Nusa Tenggara Timur: 474
  14. Sumatera Selatan: 388 kasus
  15. Maluku: 347 kasus
  16. Sumatera Barat: 344 kasus
  17. Lampung: 326 kasus
  18. Sumatera Utara: 282 kasus
  19. Kalimantan Utara: 282 kasus
  20. Bangka Belitung: 263 kasus
  21. Kalimantan Tengah: 261 kasus
  22. Kalimantan Barat: 241 kasus
  23. Sulawesi Tenggara: 237 kasus
  24. Papua Barat: 199 kasus
  25. Sulawesi Tengah: 184 kasus
  26. Maluku Utara: 184 kasus
  27. Bengkulu: 161 kasus
  28. Jambi: 147 kasus
  29. Sulawesi Utara: 137 kasus
  30. Kalimantan Selatan: 120 kasus
  31. Papua: 89 kasus
  32. Sulawesi Barat: 80 kasus
  33. Aceh: 67 kasus
  34. Gorontalo: 0 kasus

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina
Dina

Dina

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US