The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tes Wawasan Kebangsaan Diduga 'Nyeleneh', Eks Juru Bicara KPK: Saya Kehabisan Kata-kata
Kolase foto mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah dan Ketua KPK Firli Bahuri (Antaranews)
News

Tes Wawasan Kebangsaan Diduga 'Nyeleneh', Eks Juru Bicara KPK: Saya Kehabisan Kata-kata

Jumat, 07 Mei 2021 22:46 WIB 07 Mei 2021, 22:46 WIB

INDOZONE.ID - Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah turut buka suara mengenai polemik tes wawasan kebangsaan pegawai institusi tersebut.

Selain diduga untuk menyingkirkan pegawai yang garang memberantas korupsi, poin tes wawasan kebangsaan tersebut juga diduga 'nyeleneh'.

Melalui akun Twitter @febridiansyah, Kamis (6/5/2021), Febri mengungkap beberapa pertanyaan yang diduga masuk dalam materi tes tersebut.

Dia pun meminta agar materi tes dibuka untuk publik demi transparansi.

"Apakah pertanyaan ini pantas & tepat diajukan pd Pegawai KPK untuk mengukur wawasan kebangsaan? 1. Kenapa belum menikah? 2. Apakah masih punya hasrat? 3. Bersedia ndak jadi istri kedua? 4. Kalo pacaran ngapain aja? Demi transparansi, soal & kertas kerja TWK tsb hrsnya dbuka," tulis Febri.

Febri pun tak habis pikir jika poin pertanyaan di atas benar adanya. Dia berharap penjelasan dari instansi terkait mengenai hal itu.

"Kalaulah benar pertanyaan itu diajukan pewawancara pd Pegawai KPK saat tes wawasan kebangsaan, sungguh saya kehabisan kata2 & bingung apa sebenarnya yg dituju dan apa makna wawasan kebangsaan. Semoga ada penjelasan yg lengkap dari KPK, BKN atau Kemenpan ttg hal ini," tulis Febri.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengelak dan menyatakan tidak ikut menyusun soal dan materi dalam tes wawancara kebangsaan terhadap pegawai institusi itu.

Seperti diketahui, beredar kabar bahwa poin-poin pertanyaan dalam tes tersebut diduga janggal dan cenderung 'nyeleneh'.

Tes wawasan kebangsaan dilakukan KPK dalam proses peralihan pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, seluruh materi dalam tes wawancara itu disusun oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan beberapa institusi lain.

"Semua alat tes berupa soal dan materi wawancara disusun oleh BKN bersama lembaga-lembaga tersebut. Sebelum melaksanakan wawancara telah dilakukan penyamaan persepsi dengan pewawancara dari beberapa lembaga tersebut," kata Ali dilansir ANTARA, Jumat (7/5/2021).

Ali kembali membantah bahwa KPK merupakan penyelenggara tes tersebut.

"Seperti dijelaskan sebelumnya, asesmen tes wawasan kebangsaan ini diselenggarakan oleh BKN," ucap Ali.

Dalam pelaksanaan wawancara, kata Ali, ada pertanyaan yang dikembangkan dari tes tertulis sebelumnya.

"Dari informasi yang kami terima dari pegawai KPK, ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab oleh pegawai beberapa di antaranya, misalnya berkaitan dengan tata cara beribadah dan pilihan hidup berkeluarga," ungkap Ali.

Ali mengatakan, KPK juga menerima masukan dari publik yang mempertanyakan relevansi beberapa materi dalam wawancara yang tidak berhubungan dengan tugas pokok dan fungsi KPK.

"Ini menurut kami bisa menjadi masukan bagi penyelenggara asesmen," ujar Ali.

Tes wawasan kebangsaan diikuti oleh 1.351 pegawai KPK. Hasilnya telah diumumkan pada Rabu (5/5/2021). 

Adapun yang memenuhi syarat sebanyak 1.274 orang. Sedangkan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 75 orang, dan pegawai yang tidak hadir wawancara sebanyak dua orang.

Pada tes ini, BKN melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis TNI, Pusat Intelijen TNI Angkatan Darat (Pusintel TNI AD), Dinas Psikologi TNI Angkatan Darat (Dispsiad), dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Artikel menarik lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara
JOIN US
JOIN US