The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Audit Penyelidikan Kasus Ayah Perkosa 3 Anak, Hasil Visum Menemukan Ada Peradangan
Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono (kiri) memaparkan perkembangan terbaru kasus ayah perkosa 3 anak kandung di Luwu Timur. (Dok. Div Humas Mabes Polri)
News

Audit Penyelidikan Kasus Ayah Perkosa 3 Anak, Hasil Visum Menemukan Ada Peradangan

Mabes Polri beberkan hasilnya.

Selasa, 12 Oktober 2021 21:23 WIB 12 Oktober 2021, 21:23 WIB

INDOZONE.ID - Mabes Polri pada, Senin malam (12/10/2021) membeberkan hasil audit tim Bareskrim Polri terkait penyelidikan kasus ayah perkosa tiga anak yang sempat ditangani oleh Polres Luwu Timur. Salah satu hasilnya ditemukan peradangan pada vagina, dubur hingga ibu korban yang tidak mau anaknya dilakukan pengecekan ulang.

"Pada malam ini kami akan menyampaikan laporan pelaksanaan tim supervisi dan asistensi dalam rangka penyelidikan, pengaduan dari saudari RS atas dugaan tindak pidana pencabulan anak di bawah umur," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/10/2021).

Rusdi menyebut tim Bareskrim ini sudah bekerja sejak tanggal 10 Oktober kemarin. Tim ini juga diisi oleh Propam.

Berikut hasil audit tim Bareskrim Polri:

9 Oktober 2021 - Polisi Mulai Terima Aduan Kasus ini

Rusdi menyebut pihaknya mulai menerima pengaduan kasus dugaan pencabulan. Laporan itu dibuat oleh ibu korban berinisial RS.

"Jadi bukan perbuatan tindak pidana perkosaan seperti yang viral di medsos dan juga menjadi perbincangan di publik. Ini yang perlu Kita ketahui bersama," kata Rusdi.

Masih ditanggal yang sama, polisi meminta hasil visum dari puskesmas dan pada 15 Oktober pihaknya juga mendapat hasil visum dari puskesmas yang lain dengan ditandatangani seorang dokter bernama Dokter Nurul.

11 Oktober 2021 - Tim Bareskrim Menginterview Dokter Nurul Dengan Hasil Ada Kelainan Organ Kelamin Korban.

Tim Barekrim melakukan interview terhadap Dokter Nurul pada tanggal 11 Oktober 2021. Dalam hasil interview tersebut, Dokter Nurul menyampaikan bahwa hasil pemeriksaannya tidak ada kelainan pada organ kelamin dan dubur korban," papar Rusdi.

24 Oktober 2019 - Penyidik Mendapat Hasil Visum Berisi Tidak Ada Kelainan Pada Korban.

Penyidik lalu  meminta visum et repertum ke RS Bhayangkara Makassar. Hasil dari visum et repertum yang keluar pada tanggal 15 November 2019 ditandatangani oleh dokter Deni hasilnya adalah yang pertama tidak ada kelainan pada alat kelamin dan dubur, yang kedua perlukaan pada tubuh lain tidak diketemukan.

31 Oktober 2019 - Tim Bareskrim Menemukan Fakta RS Sempat Memeriksa Medis Tiga Anaknya

Rusdi menyebut RS sempat memeriksa medis ketiga anaknya. Tim kemudian melakukan interview terhadap dokter yang memeriksa tiga anal RS.

"Tim melakukan interview pada tanggal 11 Oktober 2021 dan didapati keterangan bahwa terjadi peradangan di sekitar vagina dan dubur sehingga ketika dilihat ada peradangan pada vagina dan dubur, diberikan antibiotik dan parasetamol obat nyeri," ungkap Rusdi.

Tim Menginterview P2TP2A Hingga Meminta Pengecekan Ulang Tiga Korban, Namun RS Menolak.

Untuk mengetahui ada tidaknya tindak pidana perbuatan cabul seperti yang terdapat di dalam surat pengaduan dari saudari RS dan ini juga menindaklanjuti saran dari Dokter Imelda, maka tim supervisi minta para korban untuk melakukan pemeriksaan di dokter spesialis kandungan dimana pemeriksaan tentunya didampingi oleh ibu korban dan juga pengacara dari LBH Makassar.

"Disepakati oleh ibu korban bahwa pemeriksaan akan dilakulan di RS. RS ini merupakan pilihan dari ibu korban tetapi pada tanggal 12 Oktober 2021 sekarang ini, kesepakatan dibatalkan oleh ibu korban dan juga pengacaranya dengan alasan anak takut trauma," pungkas Rusdi.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Samsudhuha Wildansyah
JOIN US
JOIN US