The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kerap Bersaing & Saling Jegal, AS 'Nyerah' dengan China, Ingin Kompetisi yang Sehat
Ilustrasi AS Vs China. (SHUTTERSTOCK)
News

Kerap Bersaing & Saling Jegal, AS 'Nyerah' dengan China, Ingin Kompetisi yang Sehat

Selasa, 30 November 2021 16:21 WIB 30 November 2021, 16:21 WIB

INDOZONE.ID - Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa mereka ingin fokus membangun kompetisi yang bertanggungjawab dan sehat dengan China.

Hal itu disampaikan Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk Asia Timur dan Pasifik Daniel J. Kritenbrink.

"AS mempunyai hubungan yang kompleks dengan China. AS percaya bahwa hubungan dengan China adalah kompetisi tetapi kita menginginkan bahwa kompetisi itu harus bertanggungjawab dan sehat," ujar Daniel J. Kritenbrink dalam limited Roundtable Media Interview di Kedubes AS, Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Ia mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bertemu secara virtual dengan Presiden Cina Xi Jinping pada Senin (15/11) yang membahas sejumlah isu, antara lain perdagangan, teknologi, hak asasi manusia maupun situasi Taiwan.

"Saya pikir fokus utama pertemuan tersebut adalah bagaimana kita menjalankan kompetisi ini secara bertanggungjawab. Kita percaya bahwa kompetisi antara China dan AS akan meningkat secara intensif," kata dia.

Kritenbrink mengatakan diplomasi AS dengan China juga akan berlangsung intens untuk memastikan tidak salah dalam hal perhitungan yang menyebabkan konflik antara kedua negara.

"Pada saat yang sama, kita berharap dapat bekerja sama dengan China di beberapa bidang seperti perubahan iklim, isu Iran, maupun pandemi COVID-19," kata dia.

Kritenbrink menegaskan kembali keinginan AS untuk kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Kawasan Indo-Pasifik merupakan kawasan yang sentral bagi masa depan keamanan dan kemakmuran Amerika Serikat, kata dia.

Kritenbrink mengatakan bahwa AS tidak memaksa negara-negara di ASEAN untuk berpihak dalam perseteruan antara AS dan China.

"Saya mempunyai banyak teman di ASEAN dan mereka mengatakan kepada saya untuk tidak membahas keberpihakan. Teman-teman di ASEAN tidak menginginkan untuk berada dalam situasi memilih antara AS atau China. AS tidak pernah memaksa," kata dia.

AS, lanjut dia, akan terus meningkatkan kerja sama dengan negara-negara ASEAN dalam hal perdagangan, kesehatan, ekonomi, maupun militer.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
JOIN US
JOIN US