Polisi Lakukan Autopsi Mahasiswa Kendari yang Tewas
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Antara/Reno Esnir)
News

Polisi Lakukan Autopsi Mahasiswa Kendari yang Tewas

Akan dilakukan autopsi.

Kamis, 26 September 2019 19:32 WIB 26 September 2019, 19:32 WIB

INDOZONE.ID - Pihak kepolisian masih mendalami kasus korban tewas dalam aksi unjuk rasa menolak RKUHP di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Kota Kendari, Kamis (26/9). 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, saat ini pihaknya masih menyelidiki apakah korban R tersebut benar meninggal karena luka tembak. 

"Saat ini korban sedang dilakukan autopsi di RSUD, mencari (penyebab) secara ilmiah," ujar Dedi kepada Indozone.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban yang tercatat mahasiswa Fakultas Teknik dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari meninggal dunia karena luka di bagian dada kanan. Beredar kabar luka itu diduga akibat diterjang peluru.

Namun, menurut Dedi, Polri tak membekali anggotanya senjata api dan peluru tajam saat mengawal dan mengamankan aksi unjuk rasa. 

"Hanya water cannon, gas air mata dan tameng sebagai pelindung diri untuk menghadiri para perusuh," tuturnya. 

Sebenarnya aksi penolakan RKUHP di depan Gedung DPRD Sultra berjalan damai. Namun, aksi tersebut berubah kisruh pada siang hari.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU