Kronologi Jemaah Mushalla Baitul Muslimin Terpapar COVID-19 dari Imam Salat Tarawih
Ilustrasi: Umat Islam melaksanakan shalat Tarawih tanpa pembatasan jarak (physical distancing) di Kampung Drangong, Serang (ANTARA FOTO/Asep Fathulraman)
News

Kronologi Jemaah Mushalla Baitul Muslimin Terpapar COVID-19 dari Imam Salat Tarawih

Kamis, 14 Mei 2020 10:30 WIB 14 Mei 2020, 10:30 WIB

INDOZONE.ID - Puluhan jemaah Mushalla Baitul Muslimin di kawasan RW 07 Jembatan Besi, Jakarta Barat dievakuasi setelah diduga terkena paparan COVID-19.

Camat Tambora, Bambang Sutama menjelaskan bahwa satu keluarga yang terdiri dari kakek, nenek, dan seorang cucu yang tinggal di RW 07, ternyata positif corona.

Informasi ini didapatkan setelah dia menjalani uji swab di Puskesmas Tambora.

"Pertama cucunya tes usap di Puskemas positif COVID-19, kemudian kakek dan neneknya ikut melakukan tes usap pada Jumat (8/5).  Hasilnya dua-duanya positif," ujar Bambang di Jakarta, Senin (11/5/2020)

Sang kakek merupakan Ketua RW yang sering menjadi imam di mushalla lingkungan tersebut. Meski sudah diminta agar menjalani isolasi di RS darurat Wisma Atlet, dia tetap menolak dan menyatakan dirinya hanya kena tipus.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Polres_Jakbar (@polres_jakbar) on

"Sabtu (9/5) pagi, lurah bersama tiga pilar membujuk kakek, nenek, dan cucunya untuk ke Rumah Sakit Wisma Atlet tetapi tetap mendapat penolakan. Dia berdalih tidak kena COVID-19 melainkan gejala tipus,” ujar dia.

Sang Ketua RW ini pun tetap menjalani aktivitasnya memimpin salat tarawih. Saat itulah dia diduga menularkan virus ke jemaah lain.

Pihak kecamatan kemudian membujuk kembali agar bersedia dirawat di RSUD Tarakan. Mereka pun setuju dan bersedia dirawat di rumah sakit manapun, asalkan bukan di RS darurat Wisma Atlet.

Sementara itu, 28 jemaah kini dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Bambang mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat untuk melakukan penelusuran terhadap penyebaran virus.

Saat ini, mereka diminta untuk menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Kami minta masyarakat sadar akan kondisi ini. Mari sama-sama putus rantai penyebaran COVID-19,” ujar Bambang.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor