The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengerikan! Para Tentara AS Dipaksa Makan Tokek Hidup dan Minum Darah Ular
Tentara dipaksa makan tokek dan minum darah ular (REUTERS)
News

Mengerikan! Para Tentara AS Dipaksa Makan Tokek Hidup dan Minum Darah Ular

Selasa, 23 Februari 2021 14:41 WIB 23 Februari 2021, 14:41 WIB

INDOZONE.ID - Pelatihan militer Amerika Serikat (AS) yang mengerikan di mana tentara dipaksa makan tokek hidup dan minum darah ular.

Hal ini diklaim justru dapat menimbulkan ancaman penyakit zoonosis yang mirip dengan Covid-19 dan juga membahayakan king cobra, Menurut People for the Ethical Treatment of Animals (PETA).

Kini, kelompok hak asasi hewan telah mengajukan petisi untuk menghentikan hal tersebut.

Latihan, Kamp Emas Cobra telah dilakukan setiap tahun di negara Asia Tenggara itu sejak 1982.

Selama pelatihan, para prajurit mempelajari tanaman apa yang aman untuk dimakan, dan apa yang harus dilakukan jika mereka terpisah dari unit mereka.

Sebagai bagian dari latihan yang melibatkan pasukan AS dan Thailand, kepala ular dilaporkan dirobek dan darahnya diminum.

Tentara dikatakan belajar bagaimana bertahan hidup di hutan, dan mereka juga mengupas kulit tokek sebelum memakannya hidup-hidup.

Petisi mereka mendesak Menteri Pertahanan baru Jenderal Lloyd J. Austin III untuk memprioritaskan mengakhiri Cobra Gold.

“Seorang Pramuka dapat menemukan cara untuk bertahan hidup di hutan tanpa membunuh hewan untuk latihan, dan harusnya militer kita yang terbaik dan paling cerdas," kata Wakil Presiden PETA Shalin Gala.

PETA menyerukan Pentagon untuk menghentikan pembunuhan  hewan, yang menodai kehormatan Marinir, membahayakan kesehatan masyarakat, dan membahayakan spesies yang rentan terhadap kepunahan.

Kelompok hak asasi hewan kemudian mengklaim bahwa pelatihan tersebut menimbulkan ancaman penyakit zoonosis berbahaya yang mirip dengan virus corona baru.

Pelatihan Cobra Gold berikutnya telah ditunda hingga Agustus karena kekhawatiran dari virus corona, kata kelompok itu.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Muhammad Alfath Ishari
Fitri
JOIN US
JOIN US