The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Uang untuk Tangani COVID-19 Malah Dipakai untuk Pilkada 2020, KPK Ancam Beri Hukuman Mati
Unjukrasa di Tangerang menuntut transparansi anggaran penanganan COVID-19 dan mengusut jika ada kejanggalan dalam penggunaan anggaran tersebut. ANTARA FOTO/Fauzan
News

Uang untuk Tangani COVID-19 Malah Dipakai untuk Pilkada 2020, KPK Ancam Beri Hukuman Mati

Sabtu, 11 Juli 2020 23:02 WIB 11 Juli 2020, 23:02 WIB

INDOZONE.ID - Pandemi COVID-19 rupanya dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk mengambil "kesempatan dalam kesempitan". Setelah para penimbun masker dan hand sanitizer, rupanya calon kepala daerah mau maju pada Pilkada 2020 juga melakukannya.

Ketua KPK, Firli Bahuri, mengungkapkan bahwa pihaknya mengendus modus penyelewengan anggaran penanganan Covid-19 untuk kepentingan Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020. Modus itu diduga banyak dilakukan oleh calon petahana yang saat ini masih menduduki kursi jabatannya.

"Penyalahgunaan juga bisa dilihat dari besar kecilnya permintaan anggaran penanganan Covid-19, di wilayah atau daerah yang ikut menyelenggarakan pilkada serentak," kata Firli dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Firli bilang, ada juga kepala daerah yang mengajukan anggaran penanganan Covid-19 yang rendah, padahal kasus di wilayahnya terbilang tinggi. Hal tersebut karena kepala daerah itu sudah memimpin dua periode sehingga tidak bisa lagi untuk maju dan karenanya tidak memerlukan anggaran yang besar.

"Saya ingatkan, jangan main-main. Ini menjadi perhatian penuh KPK. Terlebih dana penanganan Covid-19 sebesar Rp695,2 triliun dari APBN maupun APBD adalah uang rakyat yang harus jelas peruntukannya dan harus dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya," tuturnya.

KPK mengapresiasi peran aktif seluruh elemen masyarakat yang turut mengawasi proses penggunaan dana penanganan Covid-19 yang dilakukan penyelenggara negara baik di pusat maupun di daerah.

Ia mengungkapkan beberapa laporan masyarakat yang masuk ke KPK saat ini sudah ditindaklanjuti lembaganya.

"Kembali saya ingatkan kepada calon koruptor atau siapapun yang berpikir atau coba-coba korupsi anggaran penanganan Covid-19, hukuman mati menanti dan hanya persoalan waktu bagi kami untuk mengungkap semua itu," ujar dia. 

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US