Sebuah Apotek Didenda Rp5,8 Miliar Karena Naikkan Harga Masker
Seorang anggota komite desa mengenakan masker dan rompi. (photo/REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
News

Sebuah Apotek Didenda Rp5,8 Miliar Karena Naikkan Harga Masker

Kamis, 30 Januari 2020 00:51 WIB 30 Januari 2020, 00:51 WIB

INDOZONE.ID - Salah satu Apotek bernama Beijing Jimin Kangtai Pharmacy di Beijing, Tiongkok didenda setelah mencoba mengambil keuntungan dari wabah virus korona. Apotek itu menaikkan harga masker enam kali lipat dari harga biasanya.

Apotek itu tertangkap basah oleh pihak keamanan pasar, yang telah meluncurkan tindakan keras terhadap praktik tak wajar tersebut. Beberapa bisnis berusaha menghasilkan uang dengan menaikkan harga saat seluruh warga membutuhkan masker tersebut. Badan pengawas mengatakan, pihaknya telah memeriksa 31 kasus yang dicurigai sejak 23 Januari.

Dilansir dari RT News, Rabu (29/1/2020), apotek menawarkan harga masker yang biasanya dijual seharga 143 yuan setara Rp281.071 per kotak, menjadi 850 yuan setara Rp1,67 juta per kotak.

Setelah ditemukan bersalah oleh pihak berwajib, Apotek tersebut haru membayar denda sebesar 3 juta yuan setara Rp5,89 miliar. Wabah tersebut masih belum menunjukkan tanda-tanda melambat bahkan setiap hari korban terus bertambah. Hingga saat ini, virus tersebut telah mengakibatkan 132 orang meninggal dunia.

TAG
M. Rio Fani
M. Rio Fani

M. Rio Fani

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU