The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

PDIP Tak Mau Berkoalisi, Begini Respons Partai Demokrat
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kiri depan) melantik pengurus DPD Partai Demokrat Sumatera Utara saat pelantikan di Medan, Kamis (12/5/2022). (ANTARA FOTO/Fransisco Carolio)
News

PDIP Tak Mau Berkoalisi, Begini Respons Partai Demokrat

Jumat, 24 Juni 2022 16:23 WIB 24 Juni 2022, 16:23 WIB

INDOZONE.ID - Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, menanggapi santai pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebut kemungkinan pihaknya tak mungkin berkoalisi dengan Demokrat.

Dia bilang, memang di dalam politik ada pameo tak ada kawan dan lawan yang abadi. Namun, lebih mengutamakan sebuah kepentingan.

“Bagi yang mengerti politik, dalam politik ada pameo tak ada kawan dan lawan yang abadi, melainkan kepentingan,” kata Kamhar kepada Indozone, Jumat (24/6/2022).

Kamhar kemudian mengutip pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY menyebutkannya bahwa satu musuh terlalu banyak, 1000 kawan belum cukup.

Hal ini mengartikan bahwa fatsun politik Partai Demokrat dalam membangun hubungan dan komunikasi politik dengan partai politik lainnya, bukan untuk menjauhkannya.

“Ini semakin ditegaskan oleh Mas Ketum AHY pada malam silaturrahmi dan kontemplasi Partai Demokrat beberapa waktu yang lalu, bahwa Partai Demokrat terbuka dan tak memiliki hambatan dan beban masa lalu untuk membangun kerjasama politik dengan parpol lainnya,” urai Kamhar.

Baca Juga: Sudah 3 Kali Bertemu dengan Demokrat, NasDem: Hubungan Kita Romantis!

Kamhar membandingkan Partai Demokrat yang disebutnya pro rakyat, dan PDIP yang diklaim sebagai wong cilik. Namun, ketika mengemban amanah, malah rakyat mengeluhkan berbagai persoalan dan kesulitan yang dihadapi, mulai dari langka dan mahalnya sembako, kenaikan BBM, hingga kenaikan tarif dasar listrik.

“Katanya partai wong cilik, nyatanya rakyat semakin dicekik,” tegas Kamhar.

Tutup Peluang

Sebelumnya, Sekertaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan kemungkikan pihaknya menutup peluang untuk bekerjasama atau berkoalisi dengan PKS dan Demokrat di Pemilu 2024.

“Ya kalau dengan PKS tidak (berkoalisi),” kata Hasto di sela Rakernas PDIP, Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2022).

Hanya saja, dia tak merinci secara detail alasan mengapa PDIP menutup peluang untuk berkoalisi dengan PKS. Sementara dengan partai Demokrat, Hasto berbicara jika tidak akan mudah diwujudkan.

“Kalau saya pribadi sebagai Sekjen memang tidak mudah untuk bekerja sama dengan partai Demokrat, karena dalam berbagai dinamika politik menunjukan hal itu,” urai Hasto.
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US