Jawab Supir Truk yang Ogah Lewat Tol, Basuki: Tak Soal Harga, Tapi...(photo/ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Jawab Supir Truk yang Ogah Lewat Tol, Basuki: Tak Soal Harga, Tapi...

INDOZONE.ID - Menteri Basuki menilai, tingginya tarif jalan tol Trans Jawa bukan semata-mata persoalan supir truk untuk memilih lewat Pantura. Menurutnya ada faktor lain.

"Saya kemarin baca di koran ada beberapa yang membuat bapak supir truk tetap cinta pada pantura. Kan itu ada di tulisan. Ada di media," tuturnya di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (11/2/2019), melansir Detikcom.

Basuki menjelaskan salah satu faktor itu adalah biaya makan. Saat lewat Pantura, supir truk bisa bebas memilih warung makan yang berjejer di sepanjang jalan. Tentunya dengan harga yang jauh lebih murah ketimbang di rest area tol.

"Itu juga harus kita perhatikan. Jadi tidak semata mata tarif tolnya menurut saya," terangnya.

"Mereka bisa ganti ban di mana saja, ada bannya yang mesti diganti mereka bisa berhenti di mana saja ganti ban. Tapi di tol kan ga bisa harus cari rest area. Yang gitu gitu juga menjadi perhatian," tambahnya.

Sedikit informasi, adapun tarif tol Jakarta-Surabaya untuk Kendaraan Golongan V (truk dengan lima gandar atau lebih) senilai Rp 1.382.500.

Jumlah tersebut mencakup seluruh ruas tol dari Jakarta hingga Surabaya. Dibawah ini rincian tarifnya:

Jakarta-Cikampek: Rp 13.000
Cikopo-Palimanan: Rp 306.000
Palimanan-Kanci: Rp 32.000
Kanci-Pejagan: Rp 58.000
Pejagan-Pemalang: Rp 115.000
Pemalang-Batang: Rp 78.000
Batang-Semarang: Rp 150.000
Semarang-Solo: Rp 115.500
Solo-Ngawi: Rp 150.000
Ngawi-Kertosono: Rp 176.000
Kertosono-Mojokerto: Rp 138.000
Mojokerto-Surabaya: Rp 51.000