The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Dear Mas Menteri Nadiem, Sampai Kapan Siswa SD Ini Sekolah di Kolong Rumah?
Siswa belajar di kolong rumah warga (Asri Mursyid/IDZ Creators)
News

Dear Mas Menteri Nadiem, Sampai Kapan Siswa SD Ini Sekolah di Kolong Rumah?

Rabu, 25 Mei 2022 17:50 WIB 25 Mei 2022, 17:50 WIB

INDOZONE.ID - Bukan di ruang kelas yang nyaman, puluhan siswa SDN 74 Bolang, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan kondisi memprihatinkan. Sebab, sudah empat bulan lebih mereka belajar di kolong rumah panggung warga, lantaran gedung sekolahnya tidak bisa digunakan.

sekolah tidak layak
Kolong rumah waga disulap jadi ruangan belajar mengajar (Asri Mursyid/IDZ Creators)

Menurut Nurmin, guru SDN 74 Bolang, dinding gedung sekolah mereka retak gara-gara longsor yang menerjang Desa Bolang pada 2020 lalu.

"Sejak Desember 2021 kita melaksanakan proses belajar mengajar di kolong rumah. Gedung sekolah kami tidak bisa digunakan karena sudah retak akibat longsor," kata Nurmin, guru SDN 74 Bolang kepada Tim IDZ Creators pada Rabu (25/5/2022).

Nurmin mengungkapkan, awalnya pihaknya menumpang di sekolah tetangga sejak longsor terjadi pada 2020. Namun mereka harus pindah ke kolong rumah warga lantaran sekolah yang ia tumpangi sedang direnovasi. 

"Kami menumpang di sekolah sebelah kurang lebih setahun. Kita baru empat bulan belajar di kolong rumah," ungkap Nurmin. 

Dari pantauan Tim IDZ Creators, siswa belajar dengan kondisi seadanya. Fasilitasnya juga masih minim. Tiang-tiang rumah ditutup terpal dan tripleks didesain layaknya ruang kelas. 

sekolah di kolong rumah
Kondisi ruang kelas darurat kondisinya memprihatinkan (Asri Mursyid/IDZ Creators)

Nurmin menyebutkan, ada tiga kolong rumah warga yang digunakan untuk melaksanakan proses belajar mengajar. Sebanyak 87 siswa terpaksa belajar di sana. Untuk satu kolong rumah, terdiri dari dua kelas. 

"Bangku, lemari dan buku-buku siswa kami pindahkan ke kolong rumah warga. Namun tidak semua bisa dipindahkan," ungkapnya lagi. 

Dia mengaku, pemilik rumah terkadang risih dengan adanya proses belajar mengajar di kolong rumahnya. Sebab siswa kelas satu biasanya berisik saat belajar.

"Kendalanya itu siswa mengganggu kenyamanan pemilik rumah. Karena di rumah itu ada orang sakit," akunya. 

Oleh sebab itu, Nurmin berharap pembangunan gedung sekolah baru SDN 74 Bolang bisa segera terealisasi demi kenyamanan belajar siswa. 

"Pihak Pemkab Enrekang berencana membangun gedung sekolah baru. Katanya sisa menunggu pencairan dana. Lahannya juga sudah ada," tandasnya.

sekolah di kolong rumah
Dinding sekolah retak akibat longsor (Asri Mursyid/IDZ Creators)

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Enrekang, Haidar akan berupaya membangun gedung baru. Hanya saja pembangunannya kemungkinan baru bisa terealisasi pada 2023.

"Kita usahakan tahun depan. Kami sudah laporkan ke pusat dan masih diproses kementerian. Nanti akan turun timnya untuk menghitung nominal yang dibutuhkan pembangunan gedung baru," ujar Haidar. 

Haidar meminta siswa dan guru bersabar. Dia juga mengimbau agar proses belajar tetap dilakukan di kolong rumah untuk sementara. Sebab tak ada lagi tempat alternatif yang bisa digunakan untuk proses belajar mengajar. 

sekolah di kolong rumah
Dinding retak, lantai sekolah pun rusak (Asri Mursyid/IDZ Creators)

Dia menjelaskan, anggaran dalam pembangunan gedung sekolah baru SDN 74 Bolang bakal menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat. Lokasi pembangunannya juga dipindahkan ke tempat yang lebih aman. 

Sebagai informasi, SDN 74 Bolang berada di atas bukit. Jika hujan lebat terjadi, longsor menerjang desa itu sehingga membuat bangunan gedung juga ikut retak dan terkikis. 

Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join IDZ Creators dengan klik di sini.

IDZ Creators
IDZ Creators

TAG
Rini Puspita
Asri Mursyid
Asri Mursyid

Asri Mursyid

Community Writer
JOIN US
JOIN US