The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Buntut Polisi 'Smackdown' Pendemo, Kapolda Banten Diadukan ke Propam
Pihak Polda Banten minta maaf kepada mahasiswa korban banting polisi. (Istimewa)
News

Buntut Polisi 'Smackdown' Pendemo, Kapolda Banten Diadukan ke Propam

Ini laporannya.

Selasa, 19 Oktober 2021 11:23 WIB 19 Oktober 2021, 11:23 WIB

INDOZONE.ID - Buntut dari kasus oknum polisi yang membanting mahasiswa pendemo di Tangerang, Banten nampaknya berbuntut panjang. Sebab, Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto belum lama ini dilaporkan ke Propam Mabes Polri terkait kasus ini.

Laporan itu sendiri teregistrasi dengan nomor SPSP2/3726/X/2021/Bagyanduan. Pelapor atas nama Mukhlas sebagai Ketua Umum Poros Mahasiswa Banten.

Dalam laporan tersebut, pelapor melaporkan Kapolda dengan tudingan ketidakprofesional dalam kasus tindakan represif hingga berujung pendemo yang dibanting oleh oknum polisi beberapa waktu yang lalu.

Mukhlas sendiri menyebut aksi kekerasan serupa tidak hanya berlangsung di Tangerang. Dari catatannya, ada sejumlah kasus serupa yang sudah terjadi.

"Aksi aparat kepolisian melakukan Smackdown di Tangerang bukan peristiwa tunggal. Kami mencatat dalam waktu triwulan ke belakang tercatat tiga kali," kata Mukhlas dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

"Pada 13 September 2021 terjadi aksi serupa yakni anggota kepolisian melakukan tindakan represif terhadap mahasiswa yang melakukan unjuk rasa mengenai anggaran perjalanan dinas di DPRD Pandeglang. Kemudian tindakan di luar SOP Protap nomor 1 tahun 2010 menyikapi massa yang berdemonstrasi terjadi saat aksi yang digelar menyambut HUT ke-21 Provinsi Banten pada 4 Oktober 2021," sambungnya.

Seperti diketahui sebuah video tersebar menampilkan aksi kekerasan oknum polisi kepada massa mahasiswa yang tengah berdemo di depan Pemkab Tangerang pada Rabu, 13 Oktober 2021 siang hari yang lalu. Dari video yang diterima, tampak sejumlah polisi tengah mengamankan aksi massa pendemo, namun yang menarik tampak seorang massa seperti dibanting oleh oknum polisi.

BACA JUGA: Rachel Vennya Ngaku Tak Pernah Karantina di Wisma Atlet, Anggota DPR Angkat Bicara

Usai di-'smackdown', tampak korban terlihat kejang-kejang sedangkan oknum polisi yang melakukan kekerasan tampak langsung menghilang. Polresta Tangerang sendiri sudah memastikan jika pendemo tersebut dalam keadaan sehat.

Sedangkan Mabes Polri sendiri menyebut Divisi Propam Mabes Polri sudah turun tangan memeriksa oknum polisi tersebut, sedangkan Kapolda Banten sudah menyampaikan permintaan maafnya atas insiden tersebut.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US