The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Situasi Rusia dan Ukraina Makin Memanas, PBB Yakin Tak Berujung Perang
Gambar satelit menunjukkan pasukan dan kendaraan tempur Rusia. (Maxar via REUTERS)
News

Situasi Rusia dan Ukraina Makin Memanas, PBB Yakin Tak Berujung Perang

Pengerahan pasukan untuk latihan militer.

Minggu, 23 Januari 2022 15:03 WIB 23 Januari 2022, 15:03 WIB

INDOZONE.ID - Situasi antara Rusia dan Ukraina semakin memanas seiring aktivitas Moskow yang terus mengerahkan pasukannya ke perbatasan kedua negara.

Menyikapi keadaan itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meyakini Rusia tak akan menyerang Ukraina.

"Setiap invasi dari satu negara ke negara lain merupakan pelanggaran hukum internasional, dan saya harap bahwa ini, tentunya, tidak akan terjadi dalam keadaan ini," kata Guterres kepada awak media di markas besar PBB di New York mengutip Reuters, Minggu (23/1/2022).

"Saya yakin tidak akan terjadi. Dan saya sangat berharap (keyakinan) ini benar," kata dia menambahkan.

Amerika Serikat bersama sejumlah sekutunya di Eropa, telah mewanti-wanti bahwa Rusia sedang menyiapkan tahapan untuk invasi ke Ukraina. AS dan sekutunya juga meyakini Rusia telah mengerahkan lebih dari 100.000 pasukan di perbatasannya dengan Ukraina.

Baca juga: Siap Invasi Ukraina Kerahkan 100 Ribu Pasukan di Perbatasan, Ini Kekuatan Militer Rusia

Rusia juga mengerahkan tank dan artileri yang signifikan ke kawasan perbatasan itu. 

Pemerintah Rusia menyangkal sedang mempersiapkan serangan militer. Moskow menyatakan bahwa pasukannya berada di sana untuk menggelar latihan militer rutin.

Pasukan Rusia juga telah berkumpul di sekutu Belarus, negara yang berada persis di utara Ukraina.

Klaim Latihan Militer

Kremlin, kantor presiden Rusia, mengklaim bahwa pasukannya di sana juga akan berpartisipasi dalam latihan militer. Selain itu, Moskow juga meningkatkan jumlah pasukannya di Krimea.

Pada 2014, Rusia merebut Semenanjung Krimea di Ukraina dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui secara internasional dan dinyatakan ilegal menurut hukum internasional.

Pada saat itu, Moskow juga mulai mendukung kelompok separatis di Ukraina timur, kebijakan yang berjalan selama delapan tahun.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pertempuran antara pasukan pemerintah Ukraina dan kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina timur telah menelan lebih dari 13.000 korban jiwa sejak 2014.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Gema Trisna Yudha
Rachmat Fahzry
JOIN US
JOIN US