The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Beri Pesan untuk Pengelola Wisata Alam, Reisa: Tak Boleh Ada Kerumunan dan Jaga Jarak
Anggota tim komunikasi Gugus Tugas Reisa Broto Asmoro. (Photo/ ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
News

Beri Pesan untuk Pengelola Wisata Alam, Reisa: Tak Boleh Ada Kerumunan dan Jaga Jarak

Selasa, 23 Juni 2020 18:01 WIB 23 Juni 2020, 18:01 WIB

INDOZONE.ID - Pemerintah telah kembali membuka destinasi wisata alam secara bertahap untuk menunjang kembali sektor wisata. Di samping itu, Gugus Tugas menilai bahwa pembukaan pariwisata berbasis alam memiliki risiko yang lebih rendah.

Anggota tim komunikasi Gugus Tugas Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers virtual, mengatakan bahwa pertimbangan itu diambil karena juga adanya keinginan masyarakat untuk mulai menikmati wisata alam.

"Selain risiko rendah, pariwisata alam terbuka jadi tulang punggung ekonomi rakyat. Rakyat yang promosikan pembangunan atau ekonomi berkelanjutan dengan dengan memadukan pelestarian alam, edukasi. Promosi kesadaran menjaga lingkungan hidup dan ekonomi lokal berkelanjutan," kata dia, Selasa (23/6/2020).

Ia juga menambahkan bahwa berbagai prediksi ekonomi memberikan sinyal kegiatan wisata berbasis alam paling cepat memberikan dampak baik atau rebound.

"Para penggiat wisata alam dan pengelola, ingat pesan ketua gugus tugas dan men LHK, kawasan pariwisata alam dibuka bertahap, dan batasan pengunjung maksimal 50 persen pengunjung dari kapasitas. Tidak boleh ada kerumunan dan jaga jarak," jelasnya.

Ia juga tak lupa memberikan pesan kepada setiap pengelola dan pengunjung untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, yakni menjaga kebersihan, mencuci tangan dan juga menjaga jarak.

"Pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk, perbanyak media info pakai masker di keramaian, jaga jarak 1 meter. Memastikan pekerja memahami cara dengan paham perilaku bersih dan sehat. Jaga kebersihan pribadi, cuci tangan, konsumsi makanan bergizi, olahraga," urai Reisa.

"Disarankan sistem online, atau pengunjung daftar dulu sebelum datang untuk hindari kerumunan," tutupnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
M. Rio Fani
Kana

Kana

Editor
M. Rio Fani

M. Rio Fani

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US