The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kriminolog Sebut John Kei Bukan Sekedar Preman: Dia Levelnya Lebih Tinggi!
John Kei dikawal polisi usai dihadirkan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6/2020). (INDOZONE/Arya Manggala)
News

Kriminolog Sebut John Kei Bukan Sekedar Preman: Dia Levelnya Lebih Tinggi!

John Kei di atas preman.

Selasa, 23 Juni 2020 15:09 WIB 23 Juni 2020, 15:09 WIB

INDOZONE.ID - Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Ferdinand Andi Lolo menilai Polri kurang pas jika mengkategorikan John Kei sebagai preman. Dia menilai saat ini level John Kei sudah di atas preman karena dia bisa mengendalikan aksi kejahatan.

"Perlu saya sampaikan, aparat sering mereduksi bahwa itu adalah aksi preman. Sebenarnya kalau dari sudut pandang saya itu bukan aksi preman, itu sudah levelnya lebih tinggi dari preman," kata Ferdinand saat dihubungi Indozone, Selasa (23/6/2020).

Ferdinand menilai kurang tepat jika Polri menyebut akan memerangi aksi premanisme seperti halnya yang dilakukan oleh kelompok John Kei. Aksi yang dilakukam kelompok John Kei dinilai bukan aksi premanisme biasa melainkan kejahatan yang terstruktur dan terorganisir.

"Saya melihat agak sedikit kurang tepat kalau Kapolri mengatakan bahwa kita harus memerangi premanisme. Harusnya diperangi itu adalah kejahatan yang terorganisir yang dilakukan oleh organisasi kejahatan. Itu levelnya lebih canggih dong dari preman," ungkap Ferdinand.

Ferdinand kemudian menyinggung tata cara Indonesia saat menghadapai kelompok-kelompok penjahat seperti kelompok John Kei. Dia lantas membandingkan cara Indonesia dengan Amerika menangani kelompok penjahat itu.

"Kalau lihat dari karakter-karakter organisasi kejahatan semuanya ada di dalam kelompok-kelompok seperti itu. Kenapa diperlakukan seperti preman? Beda dengan Amerika," kata Ferdinand.

"Cara mereka mengontrol, menumpas mafia itu dengan perlakukan mafia seperti organisasi kejahatan dan kemudian mereka punya hukum yang khusus untuk kejahatan yang dilakukan oleh organisasi itu sedangkan kita belum punya hukum itu," sambungnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US