The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

HUT ke-65 Korps Lalu Lintas Polri Hari Ini, Tapi Seorang Anggotanya Memperkosa Gadis SMP
Korps Lalu Lintas Polri genap berusia 65 tahun, 22 September 2020. (Instagram)
News

HUT ke-65 Korps Lalu Lintas Polri Hari Ini, Tapi Seorang Anggotanya Memperkosa Gadis SMP

Selasa, 22 September 2020 15:07 WIB 22 September 2020, 15:07 WIB

INDOZONE.ID - Hari ini, 22 September 2020, Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri) genap berusia 65 tahun. Ya, meskipun sudah eksis sejak zaman pendudukan Belanda, korps yang satu ini secara resmi dibentuk pada 22 September 1955, berdasarkan Order Nomor 20 / XVI / 1955 yang dikeluarkan oleh Kepala Jawatan Kepolisian Negara saat itu.

Namun ironisnya, baru-baru ini, seorang anggotanya yang bertugas di Satlantas Polresta Pontianak, justru melakukan tindakan yang sangat memalukan. Dia adalah Brigadir DY.

Brigadir DY diduga telah memperkosa seorang gadis SMP saat menilang gadis itu karena sejumlah kesalahan saat berkendara. Gadis itu, yang berinisial SW, berboncengan dengan temannya, YF, saat hendak pergi ke kawasaan perkotaan untuk memasang behel gigi.

Saat hendak ke TPI (Pontianak Barat), di persimpangan lampu merah, SW ditilang oleh Brigadir DY.

"Katanya 'ada empat pelanggaran lalu lintas yang kalian lakukan. Tidak pakai helm, tidak pakai masker, pelat nopol tidak dipasang dan STNK sudah mati',” ujar DY menirukan perkataan Brigadir DY, Minggu (20/9/2020).

Brigadir DY saat itu langsung mencabut kunci sepeda motor yang ditumpangi SW bersama YF. Dia lalu diminta oleh Brigadir DY menuntun sepeda motor itu ke pos polisi dalam keadaan mesin motor mati.

Setibanya di Pos Polisi Garuda, Jalan Sultan Hamid, SW dan YF diinterogasi.

"Kenapa kalian berdua tidak menggunakan helm?," tanya Brigadir DY.

“Tidak ada helm pak,” ujar YF, teman korban.

SW lantas diajak bertransaksi di pos polisi itu sebagai ganti tilang atas sejumlah pelanggaran lalu lintas saat berkendara.

Atas semua pelanggaran itu, Brigadir DY memberi satu tawaran, yakni membayar Rp200 ribu lebih.

Setelah itu, Brigadir DY menyuruh teman korban keluar dari ruang pos polisi itu. YF pun keluar hingga tinggal SW dan Brigadir DY di dalam pos.

Lanjut SW, Brigadir DY kemudian meminta dirinya untuk ikut pergi ke suatu tempat yang belum diketahuinya.

Namun di sini SW bersikeras untuk pulang mengambil denda tilang yang diminta, namun tidak diperbolehkan oleh Brigadir DY.

Sebaliknya Brigadir DY mengeluarkan sepeda motor SW, lalu menyuruh SW naik ke boncengan. SW saat itu tak tahu hendak dibawa ke mana. Dalam keadaan panik, dia pun hanya bisa menurut.

Saat SW diajak pergi oleh Brigadir DY, temannya, YF, disuruh pulang oleh si polisi.

Menyusuri jalanan layaknya orang pacaran, Brigadir DY lalu membawa gadis SMP itu ke arah kawasan perhotelan dan tempat hiburan malam. Ternyata, SW dibawa ke Hotel KD. 

Setibanya di halaman hotel, dia disuruh naik terlebih dulu. Brigadir DY masih di bawah, menyelesaikan transaksi hotel. Tak lama, dia menyusul ke atas. Di dalam kamar, dia mematikan lampu.

Korban lalu diberi minuman keras hingga membuatnya mengantuk dan setengah sadar.

Saat itulah, lanjut SW, semua pakaiannya dibuka oleh Brigadir DY dan dia pun lantas dirudapaksa. Berupaya menolak, namun SW tak punya daya. Tenanganya terlalu lemah untuk menghadapi polisi itu.

Setelah selesai merudapaksa, Brigadir DY pergi meninggalkan korban sendirian di kamar. 

Kemudian SW dijemput oleh YF di Hotel KD bersama pihak keluarganya, yang saat itu sedang melakukan upaya pencarian, lantaran SW tak kunjung pulang.

Selanjutnya korban dengan didampingi kedua orangtuanya melaporkan Brigadir DY ke SPKT Polresta Pontianak Kota.

Atas kejadian ini, SW butuh pemulihan mental. Ia pun berharap pelaku mendapat ganjaran setimpal.

Diduga Sudah Beristri

Belakangan, foto tampang yang diduga sosok Brigadir DY beredar di media sosial. Salah satunya dibagikan akun Instagram @devina_jasmine_wijaya. 

Dalam foto tersebut, terlihat sosok yang diduga Brigadir DY itu berdiri bersanding dengan seorang wanita yang diduga istrinya. Wanita di sampingnya itu mengenakan pakaian khas Bhayangkari.

Sosok itu terlihat tersenyum ke arah kamera. Giginya terlihat karena senyumnya. Tangan kirinya memegang kepala ikat pinggangnya. Sementara tangan kanannya digandeng oleh wanita di sampingnya.

Di belakang mereka, terlihat sejumlah polisi dan ibu-ibu istri polisi lainnya. Sebuah baliho besar  menjadi latar foto itu.

Baliho itu bertuliskan 'Upacara Korps Rapor Kenaikan Pangkat Kepolisian Kalimantan Barat'. 

Pemerkosaan yang dilakukan oleh DY telah dikonfirmasi oleh Kapolresta Pontianak, Kalimantan Barat, Kombes (Pol) Komarudin. Berdasarkan hasil visum dokter terhadap korban, memang benar terjadi persetubuhan.

"Sehingga status pelaku ditingkatkan menjadi tersangka," kata Komarudin, seperti dilansir Antara (21/9/2020).

Selain akan dipecat, Brigadir DY terancam Pasal 76 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara.

"Penetapan status tersangka karena dalam kasus itu tidak ada saksi lain, sehingga selain mendengar keterangan korban, juga menunggu hasil visum dari dokter," ungkap Komarudin.

Komarudin mengungkapkan kasus itu terjadi pada Selasa (15/9/2020), berawal dari laporan orang tua korban, karena sampai dengan sore hari, anaknya belum kembali.

Artikel Menarik Lainnya:

Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US