Tiongkok Diam-diam Kembangkan Obat Carrimycin Untuk Pasien Corona. Benarkah?
Ilustrasi. Seorang penjaga keamanan sedang bertugas di Wuhan, Tiongkok (8/4/2020) (photo/REUTERS/Aly Song)
News

Tiongkok Diam-diam Kembangkan Obat Carrimycin Untuk Pasien Corona. Benarkah?

Rabu, 08 April 2020 22:13 WIB 08 April 2020, 22:13 WIB

INDOZONE.ID - Jumlah pasien dari pandemi virus corona atau covid-19 di seluruh dunia saat ini terus bertambah, pada Rabu (8/4), sudah mencapai angka 1.450.248 kasus yang hampir tersebar di seluruh dunia seperi dilansir dari worldometers.info.

Sementara di Indonesia sudah mencapai angka 2.956 kasus, 222 orang dinyatakan sembuh, dan yang lebih menyedihkan, 240 diantaranya dinyatakan meninggal.

Namun kini sudah mulai ada kabar baik, mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang mengikuti perkembangan penyebaran covid-19 menyebut Tiongkok saat ini tengah mengembangkan sebuah obat untuk pasien penderita corona.

obat corona
Ilustrasi. Ilmuwan menunjukkan tabung dengan larutan yang mengandung antibodi COVID-19 di lab Universitas Tsinghua di Beijing, Tiongkok (30/3/2020) (photo/REUTERS/Thomas Peter)

Hal menarik itu ditulis oleh Dahlan Iskan dalam blog miliknya. Baru-baru ini ia membahas mengenai obat virus corona (Covid-19) yang dikembangkan Tiongkok. 

Dalam blognya, Dahlan Iskan menyebutkan nama obat itu bernama Carrimycin, sepintas nama obat itu menyerupai penyedap rasa.Dirinya juga membagikan sebuah video yang berisi berita tentang obat tersebut.

Dalam tulisannya, Carrimycin disebut obat baru yang telah digunakan di 9 rumah sakit di 9 kota di Tiongkok.

"Itulah nama obat baru untuk Covid-19. Yang sudah dipakai di 9 rumah sakit di 9 kota di Tiongkok, tulis Dahlan Iskan dalam blognya.

"Di sembilan rumah sakit itu pula uji klinis sudah dilakukan. Sejak awal Februari lalu. Terhadap 500 lebih relawan. Yang berumur antara 18 sampai 70 tahun, lanjutnya."

Pada tulisannya, disebutkan bahwa untuk menjadi relawan uji coba obat tersebut haruslah penderita Covid-19.

 Obat Carrimycin Untuk Pasien Corona
Obat Carrimycin untuk pasien terdampak virus corona atau covid-19. (photo/Istimewa)

"Mereka dibagi dalam banyak kelompok. Ada kelompok umur. Ada kelompok jenis kelamin. Ada pula kelompok stadium sakitnya: ringan, sedang, dan berat, tuturnya."

Ditengah wabah virus corona ini, pastinya pernyataan tersebut membuat siapapun yang membacanya menjadi penasaran. Semua orang diseluruh dunia pasti ingin sekali mengetahui kemampuan obat tersebut.

Carrimycin Telah Memasuki Uji Coba Sejak Februari 2020

Dalam laman US National Library of Medicine, sejak 27 Februari lalu tercatat bahwa obat Carrimycin ini telah terdaftar dan sedang dalam proses uji klinis.

Artinya, obat ini sedang diuji coba pada beberapa pasien Covid-19. Jika uji coba obat tersebut berhasil, Tiongkok akan segera memproduksi obat tersebut, dan nantinya akan segera diedarkan.

obat corona
Potongan screenshot dari laman US National Library of Medicine (photo/Clinicaltrials.gov)

"Novel coronavirus infectious disease (COVID-19) yang diinduksi oleh novel coronavirus (SARS-CoV-2) pada Desember 2019 telah mewabah di Wuhan. Hal ini dapat menyebabkan risiko epidemi di dunia. Karena COVID-19 adalah penyakit menular yang baru muncul, dan belum diakui secara ilmiah dan tidak ada obat yang efektif untuk pengobatan saat ini. Oleh karena itu, kami akan meluncurkan proyek ilmiah "Kemanjuran dan keamanan pengobatan Carrimycin pada 520 pasien dengan COVID-19 bertingkat secara klinis," tulis peneliti, seperti dikutip Clinicaltrials.gov.


Sebelumnya dikabarkan bahwa status lockdown di Wuhan, Tiongkok, akhirnya berakhir pada hari Rabu (8/4/2020). 11 juta warga di sana sudah dibebaskan untuk keluar masuk tanpa aturan yang ketat lagi.

Pada Rabu dini hari petugas keamanan membuka blokade yang terpasang di tengah jalan selama 76 hari terhitung sejak 23 Januari 2020.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US