The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Darurat Virus Corona, Pemerintah Diminta Perhatikan Penyandang Disabilitas
Penyandang disabilitas dinilai kurang mendapat perhatian dari pemerintah di tengah badai virus corona. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
News

Darurat Virus Corona, Pemerintah Diminta Perhatikan Penyandang Disabilitas

Hotline khusus untuk penyandang disabilitas bisa jadi solusi.

Senin, 06 April 2020 21:16 WIB 06 April 2020, 21:16 WIB

INDOZONE.ID - Juru Bicara Koalisi Lawan Corona, Nukila Evanty menyatakan, pemerintah lengah perhatian terhadap kelompok penyandang disabilitas dalam situasi darurat virus corona.

Menurut Nukila, kelompok ini seperti dilupakan pemerintah. Padahal, mereka juga layak untuk mendapat bantuan di tengah pandemi global virus corona. 

Dia mencontohkan penyandang tuna rungu yang susah mendapatkan informasi visual karena tak disediakan juru isyarat. Bagi tuna netra tidak dapat mengakses info virus corona

Pasalnya, mereka tidak bisa melihat info mengenai virus corona di televisi. Penyandang disabilitas juga tak mendapat pedoman tertulis mengenai pencegahan dan penanganan wabah corona banyak yang dalam bentuk poster dan surat edaran.

Tunanetra,Penyandang Disabilitas,Virus Corona
Ilustrasi penyandang disabilitas tunanetra. (Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

Nukila kemudian mengusulkan, pemerintah, termasuk pihak rumah sakit, segera membuat hotline khusus virus corona untuk penyandang disabilitas beserta layanan teks untuk tuna rungu.

"Disosialisasikan protokol kesehatan di panti sosial dan penerapan metode physical distancing. Misalnya penempatan ruang tidur dan ruang makan," kata Nukila saat dihubungi Indozone, Senin (6/4/2020).

Nukila juga mengatakan, kelompok transgender juga perlu mendapat perhatian. Dari asesmen cepat yang dilakukan oleh Sanggar SWARA, ada lebih dari 640 transgender di Jabodetabek yang kehilangan pekerjaannya. 

Hal itu membuat mereka tidak memiliki kemampuan untuk menghidupi diri, termasuk untuk makan sehari-hari.

"Dalam beberapa kesempatan pembagian sembako pun banyak dari mereka yang tidak bisa mengakses karena tidak ada KTP, ataupun karena identitas gender mereka. Harus ada suatu mekanisme social safety nets khusus kelompok rentan di tengah virus corona," tegasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Muhammad Wirawan Kusuma
Mula Akmal
JOIN US
JOIN US