The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Fakta-fakta Orang Tua dan Dukun Siksa Anak hingga Tewas, Simpan Jasad Korban Seperti Mumi
Kepolisian saat memaparkan kasus pembunuhan anak oleh orang tua kandung. (Antaranews)
News

Fakta-fakta Orang Tua dan Dukun Siksa Anak hingga Tewas, Simpan Jasad Korban Seperti Mumi

Rabu, 19 Mei 2021 18:49 WIB 19 Mei 2021, 18:49 WIB

INDOZONE.ID - Polres Temanggung, Jawa Tengah, mengungkap kasus pembuhan bocah berusia tujuh tahun yang dilakukan kedua orang tuanya sendiri.

Empat orang ditetapkan jadi tersangka. Selain ayah dan ibu kandung, dua orang lain yang berprofesi sebagai dukun juga turut diciduk karena diduga membantu aksi keji tersebut.

Keempatnya adalah sang ayah M (43), S (39) selaku ibu serta dua orang dukun, yakni H dan asistennya B (43). Mereka merupakan warga Dusun Paponan, Desa Bejen, Kabupaten
Temanggung.

Mereka diduga tega menyiksa hingga menyebabkan ALH (7) meninggal dunia.

Berikut fakta-fakta kasus ini:

Kecurigaan Keluarga

Menurut Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Setyo Hermawan, kasus ini terungkap setelah keluarga bocah itu curiga. 

Dilansir dari ANTARA, Rabu (19/5/2021), Setyo pun menceritakan kronologi peristiwa tersebut.

Awalnya, keluarga para pelaku bertanya tentang keberadaan ALH yang sudah empat bulan tak kelihatan. Saat itu, mereka sedang merayakan momen Lebaran.

Untuk mengelabui keluarga, orang tua korban menyebut anaknya sedang berada di rumah kakek. Namun saat disambangi, korban tidak ada di lokasi.

Jasad Disimpan di Kamar

Kecurigaan pihak keluarga pun kian menjadi. Mereka kemudian kembali dan bertanya lagi tentang keberadaan ALH.

Setelah itu, sang ayah menyebut anaknya sedang berada di dalam kamar. Namun betapa terkejutnya mereka saat membuka pintu kamar. Jasad ALH sudah terbujur kaku di atas papan.

Selama empat bulan, mayat korban dirawat oleh ibunya sehingga sudah mengalami proses mumifikasi.

Tewas usai Disiksa

Usai menyadari bocah itu telah meninggal, pihak keluarga langsung melapor ke aparat. Kedua orang tua korban diperiksa dan akhirnya mengakui perbuatan.

Kepada petugas, pelaku mengaku sudah menyiksa anaknya sendiri hingga berujung kematian.

Peristiwa itu terjadi pada Januari 2021. Para pelaku menceburkan kepala anaknya ke bak mandi.

Tak lama berselang, korba tidak sadarkan diri dan meninggal dunia. 

Atas tindakan keji ini, orang tua tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT.

Mereka terancam hukuman lebih dari 15 tahun penjara.

Artikel menarik lainnya

TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US