The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Petani di Inggris Ubah Kotoran Sapi Jadi Baterai, Bisa Nyalakan Penyedot Debu Selama 5 Jam
Kiri: Ilustrasi sapi. (Pixabay) / kanan: Baterai dari kotoran sapi. (SWNS)
News

Petani di Inggris Ubah Kotoran Sapi Jadi Baterai, Bisa Nyalakan Penyedot Debu Selama 5 Jam

Rabu, 24 November 2021 15:58 WIB 24 November 2021, 15:58 WIB

INDOZONE.ID - Sekelompok petani di Inggris berhasil menciptakan sumber energi terbaru, yakni mengubah kotoran sapi menjadi baterai.

Baterai yang diberi nama “Pattery” itu bisa diisi ulang. Energi yang dihasilkan bisa menghidupkan penyedot debu selama 5 jam, atau menyetrika selama 3,5 jam.

Dikutip dari Mirror, Rabu (24/11), koperasi susu Arla mengembangkan baterai itu bersama dengan ahli baterai, Baterai GP. Mereka mengklaim kalau energi yang dihasilkan bisa memberikan daya pada 3 rumah selama 1 tahun.

Saat ini, jumlah sapi yang ada di Inggris berjumlah 460.000. Untuk 1 kg kotoran sapi saja bisa menghasilkan 3,75 kwh listrik. Itu artinya, jumlah kotoran yang dihasilkan oleh sapi-sapi tersebut bisa menjadi bahan bakar bagi 1,2 juta rumah di Inggris.

“Peternakan Arla adalah rumah bagi sekitar 460.000 sapi yang menyediakan sumber kotoran yang dapat diubah menjadi tenaga yang berpotensi memberikan kontribusi yang cukup besar bagi kuota energi terbarukan Inggris," kata direktur pertanian di Arla, Graham Wilkinson.

Dalam 1 tahun, Arla bisa memproduksi lebih dari 1 juta ton kotoran sapi. Kotoran sapi diubah menjadi energi melalui proses yang disebut pencernaan anaerobik.

 “Ada begitu banyak potensi inovasi seperti pencernaan anaerobik untuk berkontribusi pada kebutuhan energi terbarukan Inggris sambil mengurangi emisi pertanian dengan sesuatu yang tersedia di pertanian kami yaitu kotoran," ujar petani Arla, Neil Ridgway.

“Di pertanian saya, kami sudah menggunakan energi yang dihasilkan dari kotoran sapi untuk memberi daya pada seluruh perkebunan kami, tetapi ini bisa lebih jauh lagi," sambungnya.

Selama proses pencernaan anaerobik, kotoran sapi tadi dipecah untuk menghasilkan biogas dan pupuk hayati. Proses tersebut dilakukan tanpa adanya oksigen dalam tangki tertutup. Proses itu disebut digester anaerobik dan produk akhirnya adalah biogas.

Biogas tersebut kemudian dibawa ke unit Combined Heat and Power (CHP), tempat di mana akan dihasilkan energi terbarukan. 

Produk akhir yang dihasilkan adalah pupuk alami yang kaya nutrisi, rendah emisi yang bisa ditanam kembali di tanah.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zal
Silvia Marissa
Zal

Zal

Editor
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US