The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Buruh Tuntut UMP 2022 Naik 10 Persen, Wagub DKI: Berat, Nanti Malah Jadi PHK
Para buruh berdemo tuntuk kenaikan UMP 2022. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
News

Buruh Tuntut UMP 2022 Naik 10 Persen, Wagub DKI: Berat, Nanti Malah Jadi PHK

Masih dihitung.

Sabtu, 20 November 2021 09:16 WIB 20 November 2021, 09:16 WIB

INDOZONE.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum juga  mengumumkan upah minimum provinsi (UMP) untuk tahun 2022. Padahal sebelumnya, angka tersebut akan diputuskan pada 19 November kemarin. 

Terkait hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan bahwa hingga saat ini, jajarannya masih sibuk menghitung besar kenaikan yang akan ditetapkan. 

"Prinsipnya kami ingin sebaik mungkin, kalau semakin tinggi mungkin menandakan usaha baik, kesejahteraan meningkat," ucap Riza di Balai Kota DKI, Jumat (19/11/2021) malam. 

Apalagi terdapat tuntutan dari para buruh agar Pemprov DKI menaikan UMP 2022 sebesar 10 persen. Namun, menurut Riza, hal tersebut harus mempertimbangkan dari berbagai pihak, tak terkecuali para pengusaha. 

Baca Juga: Kunjungi Pekan Kuliner, Ini Momen Manis saat Kahiyang Payungi Bobby yang Dilanda Gerimis

"Tapi buruh juga harus memahami pihak pengusaha, kalau setinggi mungkin pengusaha nanti berat, nanti malah (usahanya) tutup dan malah jadi PHK," terangnya. 

Jikalau terjadi PHK besar-besaran, mantan Anggota DPR RI ini mengkhawatirkan perekonomian di ibu kota akan semakin terpuruk, apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini. 

"Pemprov juga yang repot kalau terjadi gejolak sosial, nanti terjadi banyak pengangguran dan lain sebagainya. Jadi kami harus menimbang semua kepentingan," tandas Riza. 

Seperti diketahui sebelumnya, pemerintah pusat pun telah merilis rata-rata kenaikan besaran UMP secara nasional dari seluruh provinsi, yakni hanya sebesar 1,09 persen.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
M Fadli
Sarah Hutagaol
Edi Hidayat

Edi Hidayat

Editor
M Fadli

M Fadli

Writer
Sarah Hutagaol

Sarah Hutagaol

Reporter
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US