The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Heboh Pernikahan Siswi SMP dengan Tokoh Agama, KPAI Ungkap Potensi Pelanggaran Hak Anak
Ilustrasi pernikahan. (Pixabay)
News

Heboh Pernikahan Siswi SMP dengan Tokoh Agama, KPAI Ungkap Potensi Pelanggaran Hak Anak

KPAI Prihatin

Senin, 11 Oktober 2021 18:47 WIB 11 Oktober 2021, 18:47 WIB

INDOZONE.ID - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) prihatin terkait adanya kasus siswi SMP yang menikah di Buru Selatan, Maluku. KPAI sendiri lantas membeberkan potensi pelanggaran hak anak atas pernikahan ini.

"KPAI menyampaikan keprihatinan terkait masih terjadinya praktik-praktik pernikahan anak karena pernikahan anak sesungguhnya bukan didasarkan pada kepentingan terbaik bagi anak," kata Komisioner KPAI, Retno Listyarti saat dihubungi INDOZONE, Senin (11/10/2021).

Retno menyebut akibat pernikahan ini dapat menimbulkan pelanggaran terhadap hak anak. Salah satunya adanya pelanggaran hak asasi anak terkait pembatasan pendidikan, kesehatan, penghasilan, keselamatan, kemampuan anak hingga membatasi status dan peran bagi anak itu sendiri.

"Perkawinan usia anak akan memutuskannya dari akses pendidikan. Hal ini akan berdampak pada masa depannya yang suram, tidak memiliki keterampilan hidup dan kesulitan untuk mendapatkan taraf  kehidupan yang lebih baik," beber Retno.

BACA JUGA: Pernikahan Memicu Stress pada Situasi Pandemi COVID-19!

Retno menyebut anak akan kehilangan hak kesehatan seksual dan reproduksi. Padahal, hal ini disebutnya cukup berdampak buruk mengingat organ tubuh anak tersebut untuk mengandung dan melahirkan belum siap.

"Kehamilan pada usia anak akan mengganggu kesehatan bahkan dapat  mengancam keselamatan jiwanya. Perkawinan anak juga berisiko fatal bagi tubuh yang berujung seperti kematian, terkait kehamilan, kekerasan dan infeksi penyakit seksual," kata Retno.

Selain itu, Retno menyebut kematian ibu dan anak di Indonesia paling tinggi terjadi di tingkat ibu yang masih remaja. Secara psikologis, anak tersebut disebutnya masih labil.

"Secara psikologis usia anak juga masih labil, belum siap untuk menjadi seorang ibu yang mengandung, menyusui, mengasuh dan merawat anaknya, karena ia sendiri masih butuh bimbingan dan arahan dari orang dewasa," papar Retno.

Sekedar informasi, pernikahan siswi SMP dengan tokoh agama di Buru Selatan, Maluku, membuat geger belakangan ini. Bahkan, sempat ada demo yang terjadi disana karena hal ini.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Samsudhuha Wildansyah
JOIN US
JOIN US