The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Inggris Beri Ancaman Sanksi Keras Putin Terkait Rencana Rusia Mau Invasi Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto/Reuters)
News

Inggris Beri Ancaman Sanksi Keras Putin Terkait Rencana Rusia Mau Invasi Ukraina

Rabu, 26 Januari 2022 22:45 WIB 26 Januari 2022, 22:45 WIB

INDOZONE.ID - Inggris tidak mengesampingkan sanksi terhadap pemimpin Kremlin Vladimir Putin secara pribadi jika Rusia menginvasi Ukraina, kata Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss.

Saat ditanya kemungkinan sanksi terhadap Putin, Truss mengatakan pada Sky seperti yang dilansir Reuters: "Kami tidak mengesampingkan apa pun."

"Kami sedang membuat legislasi baru agar sistem pemberian sanksi kami lebih kuat sehingga kami mampu menyasar lebih banyak perusahaan dan individu di Rusia. Kami akan lakukan itu dalam beberapa hari ke depan. Saya tak mengesampingkan hal itu," katanya Rabu (26/1/2022)

Inggris sebelumnya menuduh Kremlin berusaha menempatkan seorang pemimpin yang pro Rusia di Ukraina.

Tuduhan itu muncul di tengah ketegangan yang meningkat antara Rusia dan negara-negara Barat yang dipicu pengerahan tentara Rusia di dekat perbatasan dengan Ukraina.

Moskow membantah akan menginvasi Ukraina.

Sementara itu Roma telah meminta perusahaan-perusahaan untuk tidak berpartisipasi dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan bisnis antara kedua negara, kata seorang pejabat pemerintah.

Pertemuan itu, yang semula dijadwalkan pada November, akan diadakan melalui tautan video dan menampilkan para manajer puncak di perusahaan seperti perusahaan listrik Enel dan pemberi pinjaman UniCredit, menurut sumber-sumber yang telah melihat daftar tersebut.

"Pertemuan itu adalah inisiatif pribadi dan tidak ada keterlibatan pemerintah di dalamnya," kata pejabat pemerintah itu.

Para pemimpin negara-negara Barat meningkatkan persiapan untuk menghadapi setiap tindakan militer Rusia terhadap Ukraina dan membuat rencana untuk melindungi Eropa dari potensi gangguan pasokan energi Rusia.

Presiden AS Joe Biden mengatakan pada Selasa bahwa dia akan mempertimbangkan sanksi pribadi terhadap Presiden Putin jika Rusia menginvasi Ukraina.

Panggilan video itu, yang melibatkan 20 hingga 25 perusahaan, diselenggarakan oleh Kamar Dagang Italia-Rusia (CCIR) dan komite bisnis Italia-Rusia yang diketuai oleh Marco Tronchetti Provera, kepala produsen ban Pirelli.

Seorang penyelenggara mengatakan pada Rabu bahwa pertemuan itu akan dilanjutkan.

Perusahaan lain yang dijadwalkan untuk ambil bagian termasuk kelompok energi yang dikendalikan negara Eni dan Saipem.

Namun Eni mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya tidak akan hadir dan sebuah sumber mengatakan Saipem juga memilih untuk tidak ambil bagian.

Rusia, yang menegaskan tidak berencana untuk menyerang Ukraina, mengatakan pada Rabu bahwa tujuan utama pertemuan dengan komunitas bisnis Italia adalah untuk mengembangkan kepentingan Rusia.

Italia adalah mitra dagang terbesar kelima Rusia pada 2020. Perdagangan mereka dalam sembilan bulan pertama tahun lalu naik 44 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
JOIN US
JOIN US