The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ricuh Jenazah PDP Diambil Paksa Keluarga di RS Labuang Baji Makassar, Begini Kronologinya
Jenazah PDP diambil paksa keluarga dari di RS Labuang Baji, Makassar. (Facebook)
News

Ricuh Jenazah PDP Diambil Paksa Keluarga di RS Labuang Baji Makassar, Begini Kronologinya

Ini alasan jenazah dinyatakan PDP.

Sabtu, 06 Juni 2020 18:13 WIB 06 Juni 2020, 18:13 WIB

INDOZONE.ID - Kericuhan terjadi saat jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) diambil paksa keluarga di RS Labuang Baji, Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka mengambil paksa jenazah karena menolak pemakaman dilakukan dengan prosedur Corona. 

Kepala Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji, Andi Mappatoba menjelaskan, peristiwa pengambilan paksa jenazah PDP itu terjadi pada Jumat 5 Juni 2020. Kejadian berawal saat ada puluhan masuk dan mengambil paksa jenazah pasien dan membawanya.

"Iya pak betul kemarin ada pasien meninggal di jemput paksa," kata Mappatoba kepada Indozone, Sabtu (6/6/2020).

Menurutnya, pasien berjenis kelami laki-laki usia 42 tahun itu masuk ke RS Labuang Baji pada Kamis 4 Juni 2020. Saat itu, pasien mengalami keluhan sesak nafas dan keluhan yang lain.

Hal itulah yang membuat pasien dijadikan status PDP Covid-19 dan menjalani perawatan di ruang isolasi. Mappatoba menerangkan, seharunya hari Jumat pihaknya ingin mengambil sample SWAB.

Namun, kondisi pasien terus menurun dan dilaporkan meninggal dunia pada Jumat pagi sekitar pukul 09.15 WIB. Sesuai prosedur, seharusnya pemakaman jenazah dilakukan dengan protap kesehatan Covid-19.

Saat itu, petugas langsung menghubungi Gugus Tugas Covid-19 Sulsel agar segera melakukan penjemputan jenazah untuk dimakamkan sesuat protap.

Saat menunggu Tim Gugus Tugas Covid-19 Sulsel datang, tiba-tiba sejumlah warga masuk ke ruangan dan mengambil paksa jenazah lalu dibawa kabur. Mappatoba mengatakan, petugas kalah jumlah sehingga tidak bisa berbuat apa-apa.

Selain itu, ada massa yang coba membawa cool box yang merupakan tempat penyimpanan sample SWAB pasien. Beruntung itu tak diambil dan rusak. Sebab jika sample ada yang positif rusak dan terkena warga maka akan terjadi penyebaran virus corona.

"Cool box terlihat ada yang bawa tapi ditegur petugas bahwa itu milik RS dan segera dikembalikan dalam keadaan baik dan utuh," pungasnya.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US