The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Perajin Tahu-Tempe Berharap Kementan Perbanyak Pasokan Kedelai Lokal
Ilustrasi. Perajin membuat tempe berbahan kedelai lokal di industri rumahan "iniTempe Bali", Badung, Bali, Rabu (6/1/2021). (photo/ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
News

Perajin Tahu-Tempe Berharap Kementan Perbanyak Pasokan Kedelai Lokal

Kamis, 07 Januari 2021 19:49 WIB 07 Januari 2021, 19:49 WIB

INDOZONE.ID - Perajin tahu-tempe di kawasan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, berharap adanya pasokan kedelai lokal untuk produksi makanan tersebut.

Hingga kini produksi panganan rakyat tersebut masih 100 persen menggunakan kedelai impor.

"Katanya Menteri berjanji akan menstabilkan harga kedelai dan memperkuat kedelai lokal," ujar pemilik Pabrik Tahu Karisma Abu Ajis usai tempat usahanya didatangi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam operasi kedelai di Jakarta, Kamis (7/1) dikutip dari ANTARA.

Ajis mengatakan perajin tempe dan tahu lebih mengharapkan kedelai lokal ketimbang kedelai impor, sebab memiliki rasa lebih lezat dan gurih sehingga lebih dipilih konsumen.

Baca juga: Disebut Miliki Aura Negatif Usai Lepas Hijab, Rachel Vennya Beri Balasan Menohok

Namun pasokan kedelai lokal cenderung kecil. Begitu pula dengan margin harga kedelai lokal yang jauh lebih tinggi ketimbang kedelai impor.

Kedelai impor saat ini mencapai Rp9.500 per kilogram (kg), namun belum seberapa dibanding kedelai lokal yang dapat mencapai harga Rp16.000 per kilogram.

"Kalau produksi dari bahan baku kedelai lokal kalau hanya ada pesanan saja. Kalau tidak ada pesanan tidak berani," kata Ajis.

Dia beranggapan jika harga kedelai lokal bisa bersaing dengan kedelai impor, sekitar Rp9.000-10.000, tidak mustahil perajin tahu-tempe dapat memproduksi makanan dengan kedelai lokal.

Angka itu juga dirasa masih kompetitif, jika dibanding kedelai impor yang saat ini harganya mencapai Rp9.500 per kilogram.

Ajis berharap Kementerian Pertanian (Kementan) RI dapat memperbanyak pasokan kedelai lokal sehingga rentang harga tidak jauh dari kedelai impor.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor
JOIN US
JOIN US