The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kecam Penggunaan Antigen Bekas di Kualanamu, PKS: Jangan Ada Komersialisasi!
Petugas AVSEC berjaga di lokasi pelayanan swab Antigen yang telah ditutup (ANTARA FOTO/Adiva Niki)
News

Kecam Penggunaan Antigen Bekas di Kualanamu, PKS: Jangan Ada Komersialisasi!

Anggota Komisi IX DPR RI.

Kamis, 29 April 2021 09:32 WIB 29 April 2021, 09:32 WIB

INDOZONE.ID - Polisi mengungkap adanya dugaan penggunaan alat rapid test bekas berupa swab antigen di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara. 

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati menyayangkan adanya peristiwa tersebut. Ia menilai kasus tersebut perlu diusut secara tuntas lantaran melibatkan institusi BUMN baik dari sisi penyedia jasa uji rapid test maupun pengelolaannya di bandara.

"Usut tuntas termasuk motif dan kemungkinan adanya jejaring modus serupa. Kasus ini meresahkan karena terjadi di konter resmi bandara dan melibatkan BUMN," kata Mufida saat dihubungi Indozone, Kamis (29/4/2021).

Dengan diungkapnya secara cepat, Mufida berkata akan kembali meningkatkan kepercayaan publik dalam melakukan test swab antigen. 

Pasalnya cara swab antigen tersebut merupakan salah satu langkah melakukan 3T yang harus terus digencarkan sebagai upaya mengendalikan kasus positif Covid 19. 

Baca Juga: Anies Baswedan Usulkan Ubah Nama Kota Tua Kembali Jadi Batavia

“Kasus ini sangat bahaya untuk akurasi hasil Testing sebagai tahap awal 3T. Jika hasil testingnya tidak akurat, maka untuk trasing dan treatment bisa terjadi salah langkah," tuturnya.

Selain itu, Politikus PKS ini menekankan agar semua pihak tak boleh mengambil keuntungan dibalik pandemi Covid-19 yang terjadi. 

“Jangan ada komersialisasi dan jangan berbisnis dengan rakyat dalam mitigasi pandemi Covid-19 sehingga merugikan rakyat. Kesehatan dan keselamatan rakyat adalah lebih utama," papar Mufida.

"Dugaan kejahatan yang terkait penanganan Pandemi adalah kejahatan besar sebab kita tengah berjuang melindungi ratusan juta nyawa penduduk Indonesia. Jangan lupa ada kasus masker palsu, kasus mafia karantina WNA yang masuk Indonesia dan sekarang kasus rapidtest. Ini harus tegas dan cepat penanganannya," tutup dia.

Sebelumnya diketahui, Jajaran Polda Sumatera Utara (Sumut) baru saja menggerebek lokasi pelayanan tes antigen di Bandara Kualanamu, Sumut. Penggerebekan tersebut dilakukan karena diduga pelayanan tes disana menggunakan peralatan bekas.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi.  Kombes Hadi membenarkan adanya proses penggerebekan disana.

"Iya betul, Polda Sumut baru saja menggerebek lokasi tes antigen menggunakan peralatan bekas," kata Kombes Hadi saat dihubungi Indozone, Rabu (28/4/2021).

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Edi Hidayat
M Fadli
Harits Tryan Akhmad
JOIN US
JOIN US