The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Terinfeksi Covid-19 di Penjara Myanmar, Penasihat Senior Suu Kyi Meninggal
Politisi Myanmar U Nyan Win. (Twitter).
News

Terinfeksi Covid-19 di Penjara Myanmar, Penasihat Senior Suu Kyi Meninggal

Politisi Nyan Win.

Rabu, 21 Juli 2021 12:24 WIB 21 Juli 2021, 12:24 WIB

INDOZONE.ID - Nyan Win yang dikenal sebagai penasihat senior pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, dikabarkan meninggal di rumah sakit pada Selasa (20/7/2021) waktu setempat. Politisi tersebut meninggal setelah terinfeksi Covid-19 di penjara, kata partai NLD.

Nyan Win, 78 tahun, menjalani hukuman di penjara Insein, Yangon, setelah ditangkap oleh militer yang mengambil alih kekuasaan pada 1 Februari.

Dia dipindahkan ke rumah sakit pekan lalu, kata partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dalam sebuah pernyataan.

"Kami berjanji terus memperjuangkan tugas kami yang belum selesai untuk mengakhiri kediktatoran di negara ini dan untuk membentuk Federal Democratic Union," kata NLD, seraya mengucapkan belasungkawa kepada keluarga pria yang pernah menjadi pengacara Suu Kyi dan juru bicara partai itu, seperti yang dikutip Reuters.

Tim informasi dari Dewan Pemerintahan Negara yang dipimpin tentara mengatakan penjara-penjara dilengkapi dengan fasilitas untuk merawat pasien Covid-19.

Mereka juga mengatakan dalam pernyataan bahwa Nyan Win meninggal akibat penyakit diabetes dan hipertensi yang dideritanya.

Baca Juga: 400 Mobil di Parkiran Bawah Tanah di India Ini Terendam Banjir Besar!

Menurut mereka, 375 narapidana telah tertular Covid-19, enam di antaranya meninggal dunia sebelum Nyan Win.

Upaya Myanmar untuk mengendalikan wabah Covid-19 berubah menjadi kekacauan setelah militer merebut kekuasaan dari tangan pemerintah terpilih yang dipimpin Suu Kyi.

Menurut data kementerian kesehatan yang dikendalikan junta, baru sekitar 1,6 juta dari 54 juta penduduk Myanmar yang telah divaksin, kata media pemerintah.

Myanmar mencatat rekor 281 kematian akibat Covid-19 dan 5.189 kasus baru pada Senin, kata televisi pemerintah MRTV yang mengutip data kementerian kesehatan.

Namun, layanan medis dan pemakaman mengatakan angka kematian sebenarnya jauh lebih tinggi daripada data yang dilaporkan junta. Tempat-tempat kremasi dikabarkan kewalahan.

Zaw Wai Soe, menteri kesehatan Pemerintah Nasional Bersatu (NUG), pemerintah bayangan yang dibentuk oleh para penentang junta militer, mengatakan bahwa 400.000 jiwa rakyat Myanmar bisa kehilangan nyawa jika tidak ada tindakan segera untuk memperlambat penularan.

Para pengecam junta juga mengatakan banyak warga meninggal akibat pembatasan pasokan oksigen dengan alasan menghentikan penimbunan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Susi Fatimah
M Fadli
M Fadli

M Fadli

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US