The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ketua RT Ikut Menolak Jenazah Perwira TNI di Gunungkidul, Ujung-ujungnya Minta Maaf
Rohmadi dan Ketua RT setempat, Sudiro, meminta maaf. (Instagram)
News

Ketua RT Ikut Menolak Jenazah Perwira TNI di Gunungkidul, Ujung-ujungnya Minta Maaf

Senin, 14 Juni 2021 19:09 WIB 14 Juni 2021, 19:09 WIB

INDOZONE.ID - Kasus penolakan jenazah COVID-19 yang terjadi di TPU Tegal Arum, di Padukuhan Trengguno Lor, Kelurahan Sidorejo, Kapanewon (Kecamatan) Ponjong, Kabupaten Gunungkidul , yang terjadi pada Jumat (11/6/2021), menyita perhatian publik.

Pasalnya, sudah lama penolakan jenazah pasien COVID-19 tidak lagi terjadi, karena masyarakat sudah teredukasi tentang protokol pemakaman jenazah COVID-19.

Yang jadi sorotan, Ketua RT setempat, yakni Ketua RT01/RW11, Sudiro (54 tahun), ikut menolak pemakaman jenazah tersebut.

Di samping itu, jenazah yang ditolak pun bukan orang sembaragan. Jenazah tersebut adalah almarhum Mayor Inf Purn Suyitno.

ist
Tangkapan layar video warga menolak jenazah purnawirawan TNI di Gunungkidul. (instagram)

Ia bersama warga bernama Rohmadi alias Mandra (42 tahun), seorang pria berambut gondrong, mendatangi lokasi TPU dan mencegah para pelayat saat hendak menguburkan jenazah almarhum.

Setelah video yang menampilkan aksi mereka saat menolak pemakaman jenazah tersebut, Sudiro dan Mandra pun meminta maaf.

Permintaan maaf disaksikan oleh Lurah Sidorejo, Babinsa Koramil Ponjong dan Bhabibkamtibamas Polsek Ponjong di Balai Kelurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, DIY, Senin (14/06/2021).

"...Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa tersebut, dikarenakan kekurangan pengetahuan kami mengenai penanganan pemakaman jenazah pasien COVID--19," ujar Mandra bersama Sudiro.

Ist
Rohmadi dan Sudiro meminta maaf. (Instagram)

Dalam video yang merekam momen penolakan tersebut, tampak Mandra yang mengenakan peci hitam berambut gondrong, paling vokal menyampaikan penolakan.

Namun, ia sendiri tidak memakai masker saat mendatangi rombongan pelayat yang hendak menguburkan jenazah almarhum Mayor Inf Purn Suyitno.

"Warga Trengguno Lor iki menolak nek dikubur nang mriki. Intine ngono mawon," ujar Mandra.

"Nang mriki mboten angsal. Monggo nak enten liyane monggo (Di sini tidak boleh. Silakan kalau mau di tempat lain). Sing jelas nak nang lingkungan iki terus terung mboten angsal (Yang jelas kalau di sini tidak boleh)," kata pria itu lagi.

ist
Tangkapan layar video warga menolak jenazah purnawirawan TNI di Gunungkidul. (instagram)

Saat ditanya kenapa warga menolak, Mandra bilang warga takut wabah COVID-19 menyebar di padukuhan mereka.

"Permasalahannya iki sing jelas corona iki lho, Pak," katanya.

"Nak corona dikuburke nang mriki dampake opo? (Kalau kena corona dikuburkan di sini memangnya dampaknya apa?)" tanya seorang pelayat.

"Sing jelas iku nak lingkungan iku kerugiane penyakit ngono lho Pak," jawab Mandra.

Artikel Menarik Lainnya:


Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US