The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pemerintah Impor Obat Covid-19, Anggota DPR: Awasi Jalur Distribusi Obat!
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Netty Prasetiyani Aher. (Instagram/@netty_heryawan)
News

Pemerintah Impor Obat Covid-19, Anggota DPR: Awasi Jalur Distribusi Obat!

Agar tak ada penimbunan.

Sabtu, 31 Juli 2021 12:48 WIB 31 Juli 2021, 12:48 WIB

INDOZONE.ID - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengingatkan agar pemerintah memastikan kebijakan impor obat terapi Covid-19 melalui pemeriksaan yang teliti. Hal ini diperlukan agar tidak timbul permasalahan seperti penimbunan ataupun kelangkaan obat.

"Pemerintah harus memastikan bahwa impor obat dilakukan setelah memeriksa bahwa tidak ada persoalan dalam jalur distribusi obat, semisal penimbunan atau kendala lain, yang menyebabkan terjadinya kelangkaan obat," ujar Netty dalam keterangannya kepada Indozone dikutip Sabtu (31/7/2021).

Sekadar informasi, pemerintah akan mengimpor setidaknya tiga jenis obat-obatan yang saat ini langka dan belum dapat diproduksi di dalam negeri, yaitu Remdesivir, Actemra, dan Gamaras.

Politisi PKS ini menyatakan, jika impor obat sudah dilakukan, pemerintah harus mengawasi ketat jalur distribusi obat mulai dari industri dan pedagang besar farmasi, importir hingga apotek dan toko obat.  

"Gunakan teknologi informasi dan optimalkan e-katalog untuk mengecek ketersediaan obat dan harga jualnya. Lakukan sidak lapangan berkala dengan melibatkan aparat keamanan. Pastikan semua under control sehingga tidak ada yang berani main-main  dalam pendistribusian obat," jelas Netty.

BACA JUGA: Greysia/Apriyani Masuk ke Final Olimpiade, Pimpinan Komisi X DPR: Kami yakin Dapat Emas!

Namun Netty juga meminta pemerintah agar mendorong industri farmasi dalam negeri mampu memproduksi obat yang dibutuhkan secara mandiri. Dengan demikian pemerintah tidak bergantung kepada mengimpor obat dari luar negeri.

"Dalam situasi pandemi di mana obat-obatan tersebut dibutuhkan di seluruh dunia, tentu berat jika kita bergantung pada impor. Industri farmasi dalam negeri harus mampu memproduksi sendiri dengan jumlah memadai," harap dia.

Netty juga mempertanyakan bagaimana kelanjutan penelitian obat dan vaksin Covid-19 yang dilakukan anak bangsa. Pasalnya sampai saat ini pandemi Covid-19 belum diketahui sampai kapan.

"Impor obat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak dan jangka pendek demi menyelamatkan rakyat. Jadi impor bukan untuk kepentingan bisnis. Oleh karena itu, untuk jangka panjang, riset atas obat dan vaksin Covid-19 harus terus dilakukan dan didorong. Kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir," tutupnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Utami Evi Riyani
Harits Tryan Akhmad
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US