The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ilmuwan Temukan Spesies Dinosaurus Baru di Australia, Pernah Hidup 96 Juta Tahun Lalu
Dr. Scott Hocknull dan Robyn Mackenzie berpose dengan rekonstruksi 3D dan tulang humerus "Cooper", spesies dinosaurus baru yang ditemukan di Queensland. (photo/Eromanga Natural History Museum/Handout via REUTERS)
News

Ilmuwan Temukan Spesies Dinosaurus Baru di Australia, Pernah Hidup 96 Juta Tahun Lalu

Selasa, 08 Juni 2021 17:18 WIB 08 Juni 2021, 17:18 WIB

INDOZONE.ID - Para ilmuwan telah menemukan spesies dinosaurus baru di Australia, salah satu yang terbesar ditemukan di dunia. Sauropoda adalah dinosaurus pemakan tumbuhan, yang hidup pada periode Kapur antara 92 juta dan 96 juta tahun yang lalu ketika Australia melekat pada Antartika.

Ahli paleontologi pada Selasa (8/6) dikutip dari REUTERS, memperkirakan dinosaurus itu mencapai ketinggian 5-6,5 meter di pinggul dan panjang 25-30 meter, membuatnya sepanjang lapangan basket dan setinggi gedung dua lantai.

Temuan itu merupakan spesies baru dinosaurus terbesar yang pernah ditemukan di Australia dan menempatkannya dalam lima besar di dunia, bergabung dengan kelompok elit titanosaurus yang sebelumnya hanya ditemukan di Amerika Selatan.

"Penemuan seperti ini hanyalah puncak gunung es," kata kurator dan paleontolog Museum Queensland, Scott Hocknull.

Baca juga: Gercep Atasi Masalah, Anies Pastikan Kendala PPDB Online Sudah Teratasi

Ahli paleontologi telah menamai sauropoda itu Australotitan cooperensis, menggabungkan "titan selatan" dengan nama sungai di dekat tempat tulang-tulang makhluk itu ditemukan pada 2006 di sebuah peternakan sapi di Eromanga, Negara Bagian Queensland.

Konfirmasi spesies baru menandai perjalanan panjang tujuh belas tahun untuk pertama kali menggali dan kemudian membandingkan tulang belulang "Cooper", sebagai dinosaurus yang lebih dikenal secara informal, dengan temuan lain.

Tulang dinosaurus sangat besar, berat dan rapuh, dan disimpan di museum di seluruh dunia, membuat studi ilmiah menjadi sulit.

Tim dari Museum Sejarah Alam Eromanga dan Museum Queensland menggunakan teknologi digital baru untuk pertama kalinya untuk memindai secara tiga dimensi setiap tulang untuk perbandingan.

"Untuk memastikan Australotitan adalah spesies yang berbeda, kami perlu membandingkan tulangnya dengan tulang spesies lain dari Queensland dan secara global. ni adalah tugas yang sangat panjang dan melelahkan," kata Hocknull.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor
JOIN US
JOIN US