The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tampang Hendrik, Otak Pelaku Perampokan Emas di Medan, Ditembak Mati Polisi karena Melawan
Pelaku perampokan toko emas di Medan. (ist)
News

Tampang Hendrik, Otak Pelaku Perampokan Emas di Medan, Ditembak Mati Polisi karena Melawan

Rabu, 15 September 2021 22:50 WIB 15 September 2021, 22:50 WIB

INDOZONE.ID - Inilah tampang Hendrik Tampubolon (38 tahun), otak pelaku perampokan toko emas di Pasar Simpang Limun, Kota Medan, pada Kamis, 26 Agustus 2021 lalu.

Pria berambut keriting itu ditangkap polisi dalam persembunyiannya di rumah orangtuanya di Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Saat menangkapnya di Sidikalang, polisi menemukan senjata api yang digunakan Hendrik bersama komplotannya saat beraksi.

Senjata api itu disembunyikan di bawah timbunan dedaunan kering di belakang rumah orang tuanya.

Hendrik disuruh langsung menyerahkan senjata-senjata itu kepada polisi.

"Pistolnya yang satu lagi mana? Yang pendek, yang pendek. Kan tiga, kan tiga," kata salah seorang polisi kepada Hendrik.

Saat diringkus, Hendrik mengenakan kaos hitam dan jins biru.

Polisi yang meringkusnya pun merasa girang dan membuat video.

Pelaku perampokan toko emas di Medan. (ist)
Pelaku perampokan toko emas di Medan. (ist)

"Halo, Guys, awalnya tidak nampak sesuai rencana. Tetapi dengan bantuan doa dan dukungan. Guys, hari ke-13!" kata salah seorang polisi memamerkan hasil kerjanya.

Selain senjata api, emas sebanyak 6,8 Kg hasil rampokan juga disembunyikan di belakang rumah Hendrik. Emas itu awalnya disimpan di atas plafon rumah, sebelum kemudian ditimbun di dalam tanah.

Emas tersebut diserahkan oleh para komplotan Hendrik dan tidak sempat dijual sedikitpun oleh Hendrik.

Namun, saat dibawa polisi untuk menunjukkan tempat kumpul dia bersama rekan-rekannya, Hendrik melawan dan akhirnya ditembak mati oleh polisi.

Pelaku perampokan toko emas di Medan. (ist)
Pelaku perampokan toko emas di Medan. (ist)

Lima Orang

Selain Hendrik, pelaku dalam kasus ini ada empat orang lain. Mereka adalah:

1. Farel (21 tahun), belum menikah, warga Jalan Garu 1, Gang Manggis Kecamatan Medan Amplas

2. Paul (32 tahun), sudah menikah, warga Jalan Menteng VII, Gang Horas, Kecamatan Medan Denai

3. Hendrik Tampubolon (38 tahun), bekun menikah, warga Jalan Paluh Kemiri, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. (Ditembak mati)

4. Prayogi alias Bejo (25 tahun), belum menikah, warga Jalan Bangun Sari No 81 Link II, Kecamatan Medan Johor

5. Deny.

Dalam kasus ini, Deny adalah teman dekat Hendrik yang pertama bertemu dengan Hendrik untuk mengatur strategi dan mencari orang dalam aksi.

Pelaku perampokan toko emas di Medan. (ist)
Pelaku perampokan toko emas di Medan. (ist)

Deny adalah orang yang bertugas merekrut Prayogi, Paul, dan Farel, lalu mempertemukan mereka dengan Hendrik.

Prayogi, Paul, dan Farel dijanjikan uang Rp100 juta oleh Hendrik saat direkrut.

"Kami disuruh Bang Hendrik, Pak. Katanya tanggal 25 Agustus," kata salah seorang dari mereka saat paparan di Mapolda Sumut, Rabu (15/9/2021).

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US