The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ahli Bongkar Penyebab Tenaga Medis Indonesia Positif Covid-19 Meski Divaksin Sinovac
Tenaga medis dan perawat di Indonesia (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
News

Ahli Bongkar Penyebab Tenaga Medis Indonesia Positif Covid-19 Meski Divaksin Sinovac

Tertular Covid-19 varian Delta.

Jumat, 25 Juni 2021 14:17 WIB 25 Juni 2021, 14:17 WIB

INDOZONE.ID - Ahli epidemiologi ikut bicara mengenai banyaknya tenaga medis di Indonesia yang positif Covid-19 meski sudah mendapatkan vaksin Sinovac.

Dicky Budiman, ahli epidemiologi di Griffith University Australia, mengatakan kepada Reuters: 

"Data menunjukkan mereka tertular varian Delta (di Kudus) sehingga tidak mengherankan bahwa infeksi terobosan lebih tinggi dari sebelumnya, karena seperti yang kita ketahui, mayoritas petugas kesehatan di Indonesia mendapatkan Sinovac, dan kami masih belum tahu seberapa efektifnya di dunia nyata terhadap varian Delta."

Baca Juga: Dinkes DKI Sebut 70 Varian Baru Corona Terdeteksi di Jakarta, Paling Banyak Delta

Sebagaimana diketahui Reuters sebelumnya melaporkan ribuan tenaga medis di Kudus Jawa Tengah positif Covid-19 meski mendapat vaksin Sinovac.

Dilansir dari Strait Times, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, sebelumnya mengeluarkan ancaman bagi siapapun yang tak mau divaksin. Duterte mengancam orang-orang yang tak mau divaksin akan ditangkap.

Namun hal tersebut dirasa tidak diperlukan karena kini keraguan terhadap vaksin di Filipina diklaim telah berkurang. Banyak yang telah mendaftar dengan benar dan menunggu dengan tidak sabar untuk dipanggil vaksinasi.

Meski begitu, penggunaan vaksin Sinovac masih diragukan oleh banyak orang di Filipina. Beberapa orang justru kini berbondong-bondong mendaftar untuk mendapatkan vaksin Pfizer yang jumlahnya kecil di sana.

Reuters juga melaporkan bahwa Kosta Rika, yang dicengkeram oleh wabah Covid-19 yang parah, menolak pengiriman Sinovac setelah pejabat kesehatan memeriksa data klinis dan memutuskan bahwa itu tidak cukup efektif.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Lanjar Wiratri
JOIN US
JOIN US