The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kocak Komentar Susi Pudjiastuti Beda Mudik dan Pulang Kampung, Ini Kata Eks Menteri Jokowi
Presidan Joko Widodo dan Susi Pudjiastuti. (Youtube/Najwa Shihab)
News

Kocak Komentar Susi Pudjiastuti Beda Mudik dan Pulang Kampung, Ini Kata Eks Menteri Jokowi

Kamis, 23 April 2020 14:29 WIB 23 April 2020, 14:29 WIB

INDOZONE.ID - Banyak yang terlalu serius menanggapi perbedaan makna antara 'mudik' dan 'pulang kampung' seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo. 

Perbedaan makna tersebut disampaikan oleh Jokowi pada acara Mata Najwa di Trans7 yang tayang pada Rabu (22/4) malam, Najdwa Shihab mewawancarai Jokowi terkait larangan mudik bagi masyarakat Indonesia. 

Jokowi memaknai 'mudik' sebagai kegiatan pulang kampung saat lebaran, sementara 'pulang kampung' artinya pulang ke rumah.

Namun berdasarkan daring KBBI Kemendikbud, Mudik artinya: pulang ke kampung halaman. yang artinya menandakan sama maknanya.

Arti mudik dalam KBBI Kemendikbud. (KBBI Kemendikbud)
Arti mudik dalam KBBI Kemendikbud. (KBBI Kemendikbud)

Berbeda dengan Susi Pudjiastuti mantan menteri Jokowi di Kabinet Kerja Jilid I, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu tidak mau ambil pusing dengan berbedaan arti keduanya. Dia memaknai dengan lebih sederhana dan kocak.

Sambil bercanda dia menanggapi pertanyaan dalam akun Twitter, saat memposting berita terkait dengan isu "WHO: Virus Corona Akan Bersama Kita untuk Waktu yang Lama."

Susi menanggapi perbedaan mudik dan pulang kampung.
Susi menanggapi perbedaan mudik dan pulang kampung. (Twitter/Susi Pudjiastuti)

Dia pun mendapat pertanyaan dari akun Twitter @Mira_ARPutri: "Ibu, saya mau tanya beda Pulang Kampung vs Mudik,..."

Sambil ketus Susi pun menjawab: "Pulang kampung ada 13 hurupnya ... mudik cuma 5 hurupnya." 


"Akhirnya bisa tidur tenang.Plong setelah Bu Susi menjelaskan. Matur nuwun nggih buuu," balas akun Twitter Mas Paijo yang dibalas lagi dengan emoticon kecupan ibu Susi.

Beda Najwa dan Jokowi Tanggapi 'Mudik'

Sebelumnya dalam acara itu, pembawa acara Najwa Shihab mempertanyakan mengapa larangan baru dikeluarkan baru-baru ini. 

"Kenapa dilarang sekarang? Kenapa dilakukan menunggu situasi?" tanya Najwa kepada Jokowi seperti dikutip dari Mata Najwa.

Menurut Jokowi, kebijakan ini dibuat tidak grusa-grusu yang akhirnya menimbulkan keributan di tengah masyarakat.

Di tengah acara, Najwa menyodorkan data dari Kemenhub soal jumlah pemudik di tengah wabah corona sudah mencapai hampir 1 juta orang mudik.

"Hampir satu juta orang mudik, sudah 900 ribu orang mudik dan sudah tersebar ke berbagai daerah. Apakah keputusan itu baru akan dikeluarkan melihat situasi tapi faktanya sudah ada penyebaran orang di daerah," tanya Najwa.

Menjawab pertanyaan itu, Jokowi mengatakan bahwa itu bukan mudik, melainkan pulang kampung.

"Kalau itu bukan mudik, itu namanya pulang kampung. Mereka bekerja di Jabodetabek, di sini sudah tidak ada pekerjaan lagi, pulang karena anak istrinya ada di kampung," jawab Jokowi.

Mendengar jawaban Jokowi, Najwa menunjukkan ekspresi heran. Sebab, dalam persepsi masyarakat selama ini bahwa mudik dan pulang kampung adalah hal yang sama. 

"Apa bedanya Bapak, pulang kampung dan mudik?" tanya Najwa.

Menurut Jokowi, mudik itu pulang kampung pada saat lebaran.

"Mudik itu di hari lebarannya, beda. Kalau pulang kampung kan kerja di Jakarta anak istrinya di kampung," kata Jokowi.

Jokowi yang menyebutkan bawa mudik dan pulang kampung berbeda menuai banyak komentar dan menjadi viral di media sosial. 

Tembakan Najwa Seolah Teredam

Penulis Denny Siregar menanggapi isu itu. Dalam tulisannya, penulis buku "Tuhan dalam Secangkir Kopi" itu, mengatakan, kemampuan serangan Najwa Shihab hanya bisa berkembang jika yang dia wawancarai punya banyak salah, menyembunyikan kebenaran, munafik dan punya agenda kepentingan, termasuk pengen sekedar tampil untuk pencitraan. 

"Tapi ketika dia mewawancarai orang yang sering mendengar masukan dr berbagai sisi sebelum mengambil keputusan, berwawasan luas, tulus dan tidak punya agenda pribadi apapun, tembakan Najwa seolah teredam," tulis Denny di laman Facebook-nya, Kamis (23/4).

Menurut Denny, serangan Najwa justru memunculkan wajah terbaik dari orang itu. Dalam hal ini Presiden Jokowi. 

"Membuatnya mengeluarkan sisi yang selama ini tidak terlihat, karena ia memang bukan pemain kata. Ia seorang pekerja. Najwa sebenarnya bukan menyerang dengan pertanyaan, ia dengan sadar memberikan umpan-umpan matang," tutup Denny. 

TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US