Curhatan Wanita Menikah Beda Agama di Indonesia, Penuh Lika-Liku
photo/Twitter/elizabethayudya
News

Curhatan Wanita Menikah Beda Agama di Indonesia, Penuh Lika-Liku

Rizka
Rabu, 25 September 2019 13:44 WIB 25 September 2019, 13:44 WIB

INDOZONE.ID - Di Indonesia, pernikahan beda agama masih dianggap hal yang tabu. Sampai saat ini, orang-orang yang menikah beda agama sering mendapat cibiran dari lingkungan sekitarnya. Belum lagi, birokrasi untuk mengurus pernikahan beda agama di Indonesia cukup rumit. Dalam beberapa kasus, banyak orang memilih menikah di luar negeri.

Bicara soal pernikahan beda agama, seorang wanita bernama Elizabeth Ayudya menuliskan cerita pengalamannya menikah beda agama dengan suaminya.

Cerita itu dibuka dengan pertemuan awal dirinya dan sang suami di kantor tempat mereka bekerja. Sewaktu memutuskan menjalin kasih, mereka sudah bicara soal perbedaan agama yang mereka anut. Hingga mereka pun sepakat untuk melanjutkan hubungan dan siap menerima segala risiko ke depannya.

Lantaran sebelumnya pernah menjalin hubungan cukup lama dan kandas begitu saja, Elizabeth pun tak ingin kejadian itu terulang lagi pada hubungannya kali ini. Akhirnya, mereka memutuskan untuk melanjutkan hubungan ke tahap serius.

Sejak saat itu, tantangan mulai datang, terlebih dari pihak keluarga masing-masing. Sempat ada satu pihak yang menginginkan mereka memutuskan satu agama yang akan mereka anut bersama.

Hingga akhirnya, keduanya bisa meyakinkan keluarga dan semua sepakat jika mereka berdua menikah beda agama. 

Cerita berlanjut ketika mereka mengurus berkas-berkas pernikahan dan terjadilah drama yang lebih parah, teruma ketika mengurus dokumen pernikahan di pemerintahan. Kebanyakan petugas belum memahami perihal legalitas pernikahan beda agama.

"Kebetulan di Gereja Katolik sudah mengijinkan pernikahan beda agama dana memiliki SK sah di Catatan Sipil agar bisa menikahkan pasangan beda agama. Lantas? Apakah pernikahan kami langsung dimudahkan? Tidak," tulis Elizabeth lagi.

Dia menceritakan, pertama-tama mereka harus menempuh kursus persiapan perkawinan (KPP) di Gereja St. Paulus Kleca Surakarta. Kemudian, mereka harus mengurus berkas-berkas administrasi lainnya dengan pihak kelurahan. Bahkan, sempat terjadi debat antara mereka dengan Kepala Lurah terkait sah atau tidaknya pernikahan beda agama di Indonesia.

"Dengan pengetahuan seadanya dibekali dengan literasi yang sudah dibaca, Pak Lurah akhirnya luluh untuk memberi cap dan tandatangan (bonus doa)," lanjutnya.

Namun sebelum itu, pihak kelurahan dan kecamatan tetap meyakini bahwa nikah yang umum itu harus seiman. Mereka juga bingung harus mencatat pernikahan mereka di buku mana, pernikahan Katolik atau pernikahan Islam.

Mereka pun kemudian mengkonsultasikan hal itu ke Kantor Urusan Agama (KUA) dan Catatan Sipil di Sleman. Setelah melalui proses dan tantangan, akhirnya pihak Catatan Sipil berhasil menjelaskan kepada pihak kelurahan dan kecamatan bahwa gereja bisa menikahkan pasangan beda agama dan sah menurut negara.

Pernikahan Elizabeth dan pasangan berlangsung di Gereja Katolik St. Jusus Pekerja Condong Catur.

Menikah beda agama
photo/Twitter/elizabethayudya

"Setelah nikah, kami dapat 2 dokumen. 1. Surat nikah dr gereja, 2. Akta nikah dr catatan sipil. Akta nikah ini serupa dengan surat yg didapat jika teman-teman menikah di Singapura atau negara lain. Btw, di akta nikah gak tertulis agama masing-masing," tambahnya.

Setelah menikah di gereja, mereka mengadakan syukuran sederhana di depan rumah. Para tamu yang hadir terdiri dari keluarga, sahabat, dan beberapa tetangga. Budget yang mereka keluarkan pun tidak sampai Rp20 juta.

menikah beda agama
photo/Twitter/elizabethayudya

Thread ini pun menarik perhatian banyak netizen. Mereka juga ikut membagikan pengalaman serupa di keluarganya, dan tidak sedikit pula netizen yang mendoakan agar rumah tangga mereka langgeng dan awet.

menikah beda agama
photo/Twitter/elizabethayudya

"Semangat, Mbak, orang tua saya juga sama kisahnya. Puji Tuhan 26 tahun perkawinan masih awet, nggak pernah berantem, walau yang nyinyir masih aja ada nggak abis-abis," tulis seorang netizen.

"Terimakasih telah mencerahkan. Pesan saya tetap support anak mbak kelak. Orang tua saya pun beda agama, katolik dan islam. Tapi kadang yang namanya orang kalo tanya kan tajem ya, apalagi orang yg baru kenal. Kadang sedih. Tapi its okey lah," tambah netizen lain.

"Kami ajarkan agama kami ke anak2. Dan pada akhirnya mereka pilih sendiri berdasarkan hati nurani mereka. Tidak ada paksaan dari kami sebagai orang tua agama mana yg harus mereka anut. Semua agama sama tujuannya hanya caranya saja yg berbeda," komentar netizen lainnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Rizka
Rizka

Rizka

Editor
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU