The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ini Foto Lawas Kesederhanaan Listyo Sigit Santap Nasi Kerupuk Saat Jabat Kapten Polisi
Listyo Sigit Prabowo saat menjabat sebagai kapten polisi. (Istimewa)
News

Ini Foto Lawas Kesederhanaan Listyo Sigit Santap Nasi Kerupuk Saat Jabat Kapten Polisi

Senin, 18 Januari 2021 12:22 WIB 18 Januari 2021, 12:22 WIB

INDOZONE.ID - Satu foto lawas memperlihatkan kesederhanaan Komjen Listyo Sigit Prabowo saat menjabat sebagai kapten polisi. Dia tampak menyantap makanan dalam piring, tampak sepertinya satu porsi nasi krupuk.

Jika dulu pangkat kapten, sekarang disebut Ajun Komisaris Polisi yakni perwira pertama tingkat tiga di Polri. Tanda kepangkatan tampak di bahu Sigit, tiga balok berwarna emas. 

Belum diketahui foto ini diambil pada tahun berapa, namun diketahui Sigit merupakan alumni akpol tahun 1991 dan merupakan alumnus SMAN 8 Yogyakarta tahun 1988.

Komjen Sigit sudah ditetapkan sebagai calon tunggal Kapolri yang akan menggantikan Jenderal Pol Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun akhir Januari 2021.

Listyo Sigit Prabowo saat makan nasi kerupuk. (Ist)
Listyo Sigit Prabowo saat makan nasi kerupuk. (Ist)

Nama Sigit muncul setelah diajukan Presiden Jokowi ke DPR RI sebagai calon tunggal untuk melakukan fit and proper test. 

Pengajuan nama Sigit ini dinilai berbagai kalangan karena kedekatan Sigit saat menjabat Kapolres Surakarta di mana Jokowi saat ini menjadi Wali Kota di sana. 

Sigit memang bukanlah lulusan terbaik Akpol, peraih Adhi Makayasa seperti Tito Karnavian. Sepanjang karirnya sebagai jenderal polisi, Sigit hanya menjabat sebagai Kapolda Banten (2016-2018), bukan Polda kelas A seperti Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Metro Jaya.

Ketika dia jadi kapolres Surakarta, dan Jokowi jadi Walikota, hubungan mereka sangat dekat. Itu lebih karena sikap Sigit yang rendah hati dan sederhana.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) memberikan keterangan pers. (Antara Foto)
Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) memberikan keterangan pers. (Antara Foto)

Mereka berdua punya chemistry yang sama. Dan akhinya ketika Jokowi jadi presiden, tentu wajar saja bila meminta Sigit jadi ajudan.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti mengatakan penunjukan Komjen Listyo Sigit Prabowo yang berasal dari angkatan muda sebagai calon tunggal Kapolri merupakan bukti bahwa regenerasi di Polri berjalan baik.

"Sepanjang sudah menyandang pangkat Komisaris Jenderal, maka sudah dianggap senior meski angkatan atau usianya lebih muda. Dipimpin senior atau junior bukan merupakan masalah di Polri. Soliditas Polri tidak akan goyah. Sejarah sudah mencatat hal ini," kata Poengky melalui siaran pers, di Jakarta, Ahad (17/1).

Menurut dia, Kapolri termuda dalam sejarah RI yakni Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo yang merupakan Kapolri pertama. Pada waktu diangkat Presiden Soekarno, usia Said Soekanto baru berusia 37 tahun. Namun Said sukses memimpin senior dan junior anggota Polri selama 14 tahun dan berhasil menjadi "Bapak Kepolisian Modern Indonesia".

"Selain itu, contoh lainnya Jenderal Tito Karnavian yang menjadi Kapolri di usia 51 tahun, melewati lima angkatan seniornya. Terbukti, Pak Tito berhasil memimpin Polri dengan sangat baik," ujarnya.

Poengky menuturkan Kompolnas dalam memberikan pertimbangan soal calon-calon Kapolri merujuk pada kriteria calon Kapolri sesuai Pasal 11 Ayat (6) UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri dengan mempertimbangkan prestasi, integritas dan rekam jejak serta masa pensiunnya.

"Kompolnas juga memperhatikan keterwakilan dan memastikan regenerasi di tubuh Polri berjalan dengan baik," tutur dia.

Di samping itu, lanjutnya, Kompolnas optimistis dengan berjalannya regenerasi di tubuh Polri akan membuat generasi muda Polri berlomba-lomba meningkatkan profesionalitas dan prestasi untuk dapat melayani, mengayomi, melindungi masyarakat dan menegakkan hukum guna mewujudkan pemeliharaan kamtibmas.

"Dengan begitu, tantangan di internal bagaimana Polri dapat melanjutkan reformasi kultural Polri dengan sebaik-baiknya. Masyarakat masih melihat ada anggota yang melakukan kekerasan, (bersikap) arogan dan bergaya hidup mewah. Hal itu harus dikoreksi. Ada Peraturan Kapolri tentang HAM, LHKPN, barang mewah yang harus dilaksanakan pimpinan dan seluruh anggota Polri," tambahnya.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US