The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ucapkan Syahadat, Momen Mengharukan Ramai-ramai Manusia Perahu Bajau Masuk Islam
Manusia perahu dari orang-orang Bajau Laut Semporna Sabah, Malaysia. (Instagram/Ebit Lew)
News

Ucapkan Syahadat, Momen Mengharukan Ramai-ramai Manusia Perahu Bajau Masuk Islam

Senin, 01 Februari 2021 12:54 WIB 01 Februari 2021, 12:54 WIB

INDOZONE.ID - Satu momen cukup mengharukan saat manusia perahu yang diberi gelar gipsi laut dari suku Bajau Laut Semporna Sabah, Malaysia secara beramai-ramai memeluk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.

"Ya Allah menangis saya hari ini gembira. Seramai 157 orang mengucap syahadah. Satu kampung memeluk Islam petang ini. Semuanya dengan rela tanpa paksaan memeluk Islam," tulis akun Instagram Ustadz Ebit Lew seperti yang dikutip INDOZONE, Senin (1/2/2021).

Postingan Ebit Lew direpost ulang oleh Instagram Ustadz Ali Hidayat yang memiliki 1,7 juta follower hingga diketahui publik Indonesia.

Orang bajau atau sebutan di Indonesia suku Bajo merupakan kelompok masyarakat yang hidup dalam perahu atau pondok kecil di atas laut pulau Borneo (Kalimantan) itu tidak memiliki kepercayaan hingga masuknya Islam.

"Mereka tiada kepercayaan agama. Dari suku Bajau Laut Semporna Sabah atau digelar gipsi laut.. Mereka tinggal dalam bot atau pondok kecil atas laut," kata Ebit Lew.

Ebit Lew langsung datang ke lokasi tempat mereka mengikrarkan untuk memeluk Islam dengan mengajarkan mereka kalimat syahadat di Sabah.

Dia mengaku terharu akan hidup keras yang dirasakan oleh manusia perahu dan dijuluki orang laut tersebut. Pasalnya mereka 

"Saya ke sana untuk beri bantuan. Dengar mereka susah dan putus bekalan makanan. Mereka susah sangat. Bajau laut kumpulan manusia tanpa negara. Tengok anak kecil terus menangis," sebutnya.

Saat itu kata pendakwah Ebit Lew warga berduyun-duyun berdatangan ke tempatnya. Mereka bahkan bertanya kepadanya siapa Tuhan yang dia percayai.

Bahkan orang-orang Bajau itu baru bisa memberikan nama pada anak mereka setelah usia setahun karena resiko kematian anak yang cukup tinggi di sana.

"Tiba-tiba ramai tanya saya siapa tuhan. Tuhan tu apa. Saya terus terharu. Saya dengan penterjemah tanya pernah tidak ada yang mengenalkan soal agama. Mereka jawab tidak," katanya.

"Kami tak tahu. Tolong bagitahu kami. Saya terus menangis. Saya kumpulkan semua dikeliling perahu tadi," sambung Ebit Lew.

Dia mengatakan kalau warga terus percaya atas keyakinan Islam seperti yang disampaikan. Bahkan mereka juga ingin memeluk Islam. 

Ebit lalu mengajarkan warga untuk mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai syarat utama memeluk Islam.

"Mereka semua terus percaya. Saya ajar mereka syahadah. Inilah hari paling sedih gembira dalam hidup saya. Terima kasih Allah," katanya.

Untuk itu penyiar tersebut bertekad untuk membantu warga berupa mananan. Bahkan dia juga berencana untuk membangun sekolah.

"Saya akan terus bantu makanan untuk seluruh kampung atas laut ini. Saya tengah urus untuk bina sekolah. Tengah cari guru ustaz untuk mengajar mereka. Saya akan bayar gaji guru-guru yang sedia mengajar disini," sebutnya.

Dia kemudian berdoa kepada Allah untuk memudahkan langkahnya membantu anak-anak perahu tersebut agar bisa berguna dan hidup mandiri.

"Ya Allah bantulah mudahkanlah diriku untuk pastikan anak-anak ini menjadi manusia berguna," ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
JOIN US
JOIN US