The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Angka Kematian Covid-19 Tinggi, Jokowi Minta Tingkatkan Standar RS, ICU dan Tempat Isolasi
Presiden Joko Widodo. (Youtube/Sekretariat Presiden)
News

Angka Kematian Covid-19 Tinggi, Jokowi Minta Tingkatkan Standar RS, ICU dan Tempat Isolasi

Senin, 12 Oktober 2020 14:41 WIB 12 Oktober 2020, 14:41 WIB

INDOZONE.ID - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meyakini penanganan pandemi virus corona Covid-19 sudah sesuai jalur yang diharapkan di mana angka statistik kasus aktif Covid di Indonesia lebih rendah di bandingkan di dunia.

Namun data itu, bertolak belakang dengan angka kematian, di mana angka kematian 3,55 persen di Indonesia masih belum menunjukkan tren positif, lebih tinggi dari rata-rata dunia.

"Pertama mengenai data yang saya terima 11 Oktober, rata-rata kasus aktif covid di Indonesia di 19,97 persen, saya kira bagus. Karena ini lebih rendah dari rata-rata kasus aktif Covid di dunia yang mencapai 22,10 persen. Kita lebih baik," kata Jokowi dalam Rapat Terbatas Laporan Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (12/10/2020).

Kalau kita lihat 27 September 2020 lalu yang mencapai 22,46 persen. Jadi penurunannya kelihatan sekali. Dari 22,46 menjadi 19,97 persen.

Begitu juga rata-rata persentase kesembuhan terus meningkat.

Jokowi berharap angka rata-rata kesembuhan harus terus diperbaiki dan ditingkatkan dengan meningkatkan standar pengobatan baik di rumah sakit, ICU maupun tempat isolasi.

Tidak hanya persentase angka kesembuhan, dia juga memaparkan angka kematian yang terjadi juga terbilang tinggi di mana angka kematian di Indonesia berada di atas rata-rata dunia.

"Kita juga bisa menekan angka rata-rata kematian, meski masih di atas (rata-rata) dunia di 3,55 persen. Ini lebih baik dibandingkan dua minggu yang lalu berada di angkat 3,77 persen," katanya.

Namun itu pun masih lebih tinggi karena berada di atas rata-rata kematian dunia yang berada di angkat 2,88 persen.

"Ini tugas besar kita ada di sini supaya angka rata-rata kematian bisa ditekan terus," ujarnya.

Prioritaskan Penanganan Covid di 12 Kabupaten/Kota

Presiden Joko Widodo meminta 12 kabupaten/kota menjadi prioritas dalam penanganan COVID-19 karena daerah-daerah tersebut menghadapi kasus aktif virus corona jenis baru itu hingga menjangkiti lebih dari 1.000 orang.

Presiden Jokowi dalam rapat terbatas secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, meminta penanganan COVID-19 diprioritaskan kepada 12 kabupaten/kota tersebut selama dua pekan ke depan.

“Saya juga minta dua minggu ke depan ini diprioritaskan 12 kabupaten kota memiliki kasus aktif lebih dari 1.000 yang menyumbang 30 persen dari total kasus aktif nasional,” kata Presiden dalam rapat terbatas mengenai Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Sebanyak 12 kabupaten/kota itu, adalah Kota Ambon, Jakarta Utara, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Jayapura, Kota Padang, Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Barat, Kota Pekanbaru, Kota Jakarta Selatan, dan Kota Jakarta Timur.

Saat ini, kata dia, secara nasional, penanganan COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan perbaikan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US