The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Derita Gihon, Kepala Membengkak sejak Usia 2 Bulan, Ditolak Rumah Sakit Karena Alasan Ini
Gihon Purba saat duduk di pangkuan ibunya. (istimewa)
News

Derita Gihon, Kepala Membengkak sejak Usia 2 Bulan, Ditolak Rumah Sakit Karena Alasan Ini

Kamis, 16 Juli 2020 15:39 WIB 16 Juli 2020, 15:39 WIB

INDOZONE.ID - Betapa malang nasib Gihon Efrata Purba. Dia tidak dapat menikmati indahnya masa kecil yang umum dilalui bocah seumurannya.

Gihon sudah mengalami Hidrosefalus sejak berusia dua bulan.

Keterbatasan ekonomi orangtua membuat Gihon terpaksa merasakan sakit tersebut hingga kini usianya hampir mencapai empat tahun.

Hidrosefalus merupakan penumpukan cairan pada rongga jauh di dalam otak. Hal itu membuat kepala Gihon membesar. 

Gihon merupakan anak dari seorang petani asal Desa Singa, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Ayahnya hanya seorang petani. Sedangkan ibu yang selama ini merawatnya tidak mempunyai pekerjaan. Gihon merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. 

Sebelumnya, orangtua Gihon sudah membawa anaknya itu ke sejumlah rumah sakit. Namun petugas medis menyatakan tidak mampu menanganinya. 

Sejak saat itu, kedua orangtua Gihon hanya sekadar mengandalkan rempah-rempah tradisional serta doa.

Mereka tidak menerima bantuan dari pemerintah lantaran faktor administrasi domisili. Orangtua Gihon baru saja pindah rumah, sehingga belum terdaftar sebagai warga di desanya saat ini.

Nasib malang Gihon mulai menyebar dan mendapat perhatian dari publik setelah diunggah ke media sosial belum lama ini oleh akun Facebook @Astrea Purba.

"Sejak divonis penyakit HIDRANCEFALIC, beberapa rumah sakit telah menolak mengatakan bahwa Gihon sudah tidak bisa terobati," tulis Astrea.

Astrea mengatakan, keterbatasan ekonomi memaksa kedua orangtua Gihon kini hanya mengandalkan obat tradisional.

"Kini Gihon telah berumur 3,5 tahun selama itu orangtua Gihon merawatnya dengan penuh kasih sayang, sang ibu merawat Gihon dan satu saudara laki-lakinya di rumah dan sang ayah mencari nafkah ke ladang," tulisnya.

Bersama sejumlah rekannya, Astrea mendengar certia menyanyat hati saat mengunjungi kediaman orangtua Gihon.

Mereka mengungkapkan kesulitan yang selama ini dialami selama berjuang mengobati anaknya. Sejumlah rumah sakit telah didatangi. Namun nasib baik belum berpihak pada mereka.

 "Di saat kami mengunjungi Gihon, kedua orangtua Gihon bercerita mengenai perjuangan mereka untuk memperjuangkan kesehatan Gihon. Mendatangi rumah sakit satu ke lainnya," tulis Astrea.

"Mereka bercerita sambil meneteskan air mata. Dan beberapa kali sang ibu memeluk adek kita Gihon dan bilang 'Nterem Denga Sirate Keleng Man Banta Nakku'" sambungnya.

Simak cerita lengkap tentang derita Gihon berikut:


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US