The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jika Jadi Kapolri, Komjen Listyo Sigit Tak Mau Kasus Nenek Minah Terulang
Komjen Listyo Sigit (ANTARA FOTO/Pool/Galih Pradipta)
News

Jika Jadi Kapolri, Komjen Listyo Sigit Tak Mau Kasus Nenek Minah Terulang

Rabu, 20 Januari 2021 15:14 WIB 20 Januari 2021, 15:14 WIB

INDOZONE.ID - Komjen Listyo Sigit Prabowo yang menjadi calon tunggal Kapolri pilihan Presiden Jokowi, berjanji tidak akan ada kasus ‘hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas’ saat dia menjadi Kapolri nanti.

Contohnya adalah kasus Nenek Minah yang dipenjara hanya karena mencuri kakao.

"Sebagai contoh ke depan tidak boleh lagi ada hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Tidak boleh ada kasus Nenek Minah yang mencuri kakao kemudian diproses hukum karena hanya untuk mewujudkan kepastian hukum," ujar Komjen Listyo saat pemaparan fit and proper test dihadapan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2021). 

Nenek Minah adalah wanita asal Banyumas yang divonis penjara 1 bulan 15 hari pada tahun 2009 silam, hanya karena mencuri tiga buah kakao di perkebunan dekat rumahnya.

Tiga butir kakao seberat 3 kg itu diambil dari kebun PT RSA 4. Kasus ini hanya satu dari beberapa kasus penegakan hukum yang justru membuat publik mempertanyakan makna keadilan sebenarnya.

Listyo Sigit akan memperbaiki penegakan hukum sehingga memberikan rasa keadilan, bukan semata kepastian hukum.

"Tak boleh ada lagi seorang ibu melaporkan anaknya kemudian ibu tersebut diproses dan sekarang sedang berlangsung prosesnya dan akan masuk persidangan. Hal-hal ini tentunya ke depan tidak boleh lagi atau tentunya kasus lain yang usik rasa keadilan masyarakat,” tambahnya.

“Dalam kepemimpinan saya nantinya, sisi-sisi tersebut akan menjadi fokus utama yang akan diperbaiki sehingga mampu mengubah wajar Polri menjadi Polri yang memenuhi harapan rakyat,” jelas Listyo.

Listyo akan berfokus dalam penegakan hukum yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat, hukum yang berkeadilan, menghormati HAM, serta mengawal proses demokrasi.

Oleh sebab itu, jika dirinya dipercaya untuk menjadi orang nomor satu di Korps Bhayangkara ini, maka penegakan hukum harus dilakukan secara tegas namun dengan cara yang humanis.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US