The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ditendang Bharada E Jadi Pengacara, Deolipa Yumara Minta Fee Rp 15 Triliun Buat Foya-foya
Mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara. (Instagram/deolipa_project)
News

Ditendang Bharada E Jadi Pengacara, Deolipa Yumara Minta Fee Rp 15 Triliun Buat Foya-foya

Sabtu, 13 Agustus 2022 13:09 WIB 13 Agustus 2022, 13:09 WIB

INDOZONE.ID - Mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara kecewa berat usai secara sepihak dicabut kuasanya sebagai kuasa hukum dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Tak tanggung-tanggung, Deolipa pun meminta kompensasi sebesar Rp 15 triliun selama lima hari mendampingi Bharada E sebagai pengacaranya.

"Saya ingin minta dong sebagai jasa pengacara kepada negara. Ya paling gak 15 triliun, biar kita bisa foya-foya," kata Deolipa saat diwawancara melalui kanal KompasTV seperti yang dilihat Indozone, Sabtu (13/8/2022).

Deolipa beralasan selama 5 hari sejak menerima kuasa dari Bharada E sudah bekerja maksimal mungkin membela kliennya.

Bahkan dia mengaku tidak tidur selama mendampingi kliennya, Bharada E selama masa penahanan.

Jika tak diberikan komensasi yang diminta sebesar 15 triliun, Deolipa pun mengancam akan gugat negara.

"Karena kerja capek loh, 5 hari gak tidur. Bayangin aja. Kalau gak dikasih ya saya gugat negara. Bebas kan gugat, namanya menggugak ya nggak?," sebutnya.

Diketahui Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, tersangka penembakan Brigadir J, kembali mengganti pengacara untuk kali kedua setelah pengacara pertama Andreas Nihot Silitonga menyatakan mundur pada Sabtu (6/8).
 
Pergantian pengacara ini dibenarkan oleh Direktur Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Andi Rian Djajadi.

Dikatakan pula bahwa kuasa pengacara Deolipa Yumara dan Muhammad Buhanuddin sudah dicabut

"Pengacaranya bukan mengundurkan diri, melainkan kuasa si pengacara dicabut oleh si pemberi kuasa," kata Andi dikonfirmasi wartawan di Jakarta seperti yang dilaporkan Antara, Jumat (12/8/2022).

Pencabutan kuasa itu diketahui dengan foto yang tersebar di kalangan media yang berisi surat Bharada E.

Surat tersangka E menyatakan mencabut kuasanya terhadap Deolipa dan Buhanuddin terhitung per 10 Agustus 2022.

Andi Rian membenarkan surat kuasa Bharada E tersebut. Dijelaskan pula bahwa pengacara Deolipa dan Burhanuddin ditunjuk oleh penyidik Bareskrim Polri.

"Mereka (pengacara) ditunjuk oleh penyidik untuk dampingi Bharada RE dalam pemeriksaan," katanya.

Disebutkan pula bahwa pengacara Deolipa dan Buhanuddin ditunjuk oleh penyidik setelah pengacara pertama yang ditunjuk oleh Irjen Pol. Ferdy Sambo untuk Bharada E mundur.

Saat ini Bharada E didampingi oleh pengacara Ronny Talapessy yang ditunjuk oleh keluarga Bharada E.

"Betul, saya lawyer Bharada E, ditunjuk langsung oleh orang tua dan Bharada E," kata Ronny saat dikonfirmasi.

Dalam surat pencabutan kuasa yang ditandatangani Bharada E pada tanggal 10 Agustus, diketahui bahwa Deolipa dan Buhanuddin diberi kuasa sebagai pengacara Bharada E pada tanggal 6 Agustus.

"Dengan pencabutan surat kuasa ini, surat kuasa tertanggal 6 Agustus 2022 sudah tidak berlaku dan tidak dapat dipergunakan lagi," tulis surat pencabutan kuasa Bharada E.

Pengacara Deolipa dan Burhanuddin yang secara terang-terangan menyampaikan bahwa atasan Bharada E memerintahkan yang bersangkutan untuk menembak Brigadir J.

Pengakuan Bharada E itu diklaim oleh pengacara berkat pendekatan psikologis yang dilakukan pengacara saat beri pendampingan dalam pemeriksaan.

Klaim ini dibantah oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol. Agus Andrianto usai konferensi pers penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka di Mabes Polri, Rabu (9/8).

"Bukan karena pengacara itu dia (Bharada E) mengaku, karena apa yang dilakukan oleh penyidik, apa yang dilakukan oleh timsus menyampaikan kepada dia (Bharada E) kasih orang tuanya didatangkan adalah upaya membuat dia untuk tergugah bahwa ancamannya cukup berat," kata Komjen Pol. Agus Andrianto.

Kabareskrim melanjutkan, "Jadi, jangan tanggung sendiri sehingga dia secara sadar membuat pengakuan. Jadi, jangan tiba-tiba orang ditunjuk sebagai pengacara untuk dampingi pemeriksaan terus dia ngoceh di luar seolah-olah pekerjaan dia, itu 'kan enggak fair."

Bharada E ditetapkan sebagai tersangka bersama Irjen Pol. Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Maaruf. Keempatnya disangkakan dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman pidana hukuman mati, atau penjara seumur hidup, atau selama-lamanya 20 tahun.

Pada hari Jumat ini, Bharada E bakal menjalani pemeriksaan oleh Komnas HAM di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, pada pukul 15.00 WIB.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
JOIN US
JOIN US