PBNU: Pancasila Itu Final, Jangan Lagi Cerita Khilafah & Negara Islam
(photo/Dok.PBNU)
News

PBNU: Pancasila Itu Final, Jangan Lagi Cerita Khilafah & Negara Islam

Minggu, 13 Januari 2019 11:14 WIB 13 Januari 2019, 11:14 WIB

PBNU mengatakan saat ini bangsa Indonesia menghadapi 2 persoalan besar. Keduanya itu datang dari pihak yang mempersoalkan aspek-aspek kebangsaan dan kenegaraan yang sudah final, dan kelompok yang menjadikan Islam sebagai aspirasi politik.

\r\n\r\n

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) bidang Hukum, HAM dan Perundang-Undangan, Robikin Emhas mengatakan, NU harus mengambil peran besar dalam mengantisipasi munculnya gerakan-gerakan yang ingin mengubah ideologi itu.

\r\n\r\n

"Pengurus NU di seluruh lapisan harus kembali mengelorakan, menyampaikan pada masyarakat khususnya anak-anak milenial, bahwa Indonesia sudah final. Tidak usah diotak-atik lagi, tidak usah lagi ngomong khilafah, tidak usah ngomong negara Islam," kata Robikin Emhas di Guest House Universitas (UB) Brawijaya, Sabtu (12/1), melansir Merdeka.

\r\n\r\n

Robikin menambahkan, orang atau kelompok tersebut selalu mempertanyakan aspek-aspek kebangsaan dan kenegaraan Indonesia yang sebenarnya sudah final dari zaman dahulu.

\r\n\r\n

"Apakah Indonesia sudah kategori Islami, kalau tidak misalnya apakah negara kafir, dan kemudian mau mengganti dan sebagainya. Ini tantangannya," tegasnya.

\r\n\r\n

Selain itu, Robikin menilai saat ini muncul Islam radikal di tengah-tengah masyarakat. Bahkan ajaran Islam radikal itu bertentangan dengan budaya Indonesia bahkan ajaran Islam itu sendiri.

\r\n\r\n

"Islam yang ramah, Islam yang moderat itulah yang saya kira dikehendaki oleh Allah melalui ajaran Islam," tegasnya.

\r\n\r\n

Lebih lanjut Robikin mengajak semuanya untuk berkaca kepada negara-negara Timur Tengah yang menjadikan agama sebagai aspirasi politik.

\r\n\r\n

"Begitu banyak agama dijadikan aspirasi politik, yang terjadi konflik. Pecah-pecah masyarakatnya, bahkan tidak jarang terjadi perang saudara. Kita harus menghindarkan itu semua," pungkasnya.

\r\n
Indozone Media

,

Editor