The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tak Mau Ribut, BKN Sarankan Hasil TWK Dibuka di Pengadilan, Biar Tau Siapa yang Radikal
Giri Suprapdiono berpose usai menghadiri debat soal polemik TWK (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
News

Tak Mau Ribut, BKN Sarankan Hasil TWK Dibuka di Pengadilan, Biar Tau Siapa yang Radikal

Sabtu, 19 Juni 2021 09:34 WIB 19 Juni 2021, 09:34 WIB

INDOZONE.ID - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan tujuan dari pelaksanaan  tes wawasan kebangsaan (TWK) adalah untuk mengetahui keyakinan dan keterlibatan peserta dalam hal bernegara.

"Jadi bukan hanya pemahaman, tapi adalah keyakinan dan keterlibatan mereka dalam proses bernegara ini," kata dia, dilansir Antara, Sabtu (19/6/2021).

BKN bahkan berkonsultasi ke Nahdlatul Ulama (NU) untuk mencari instrumen pelaksanaan TWK. Hanya saja, validitasnya belum dites dan tenaga asesor belum standar.

BKN lalu berkoordinasi dengan BNPT, namun hasilnya juga belum bisa dipakai. Hingga akhirnya BKN menemukan instrumen TWK di Dinas Psikologi TNI AD yang disebut indeks moderasi bernegara-68.

BKN lalu meminta bantuan BNPT dan BIN untuk menambah profiling. Diharapkan, TWK ini bisa mengungkap apakah 1.349 pegawai KPK yang dites layak menjadi ASN.

"Perlu diingat ini tes untuk menjadi ASN bukan untuk tujuan lain," tegasnya.

Untuk menjadi ASN, menurutnya banyak aturan yang mengikat seperti setia pada Pancasila, UUD 1945 dan NKRI, beserta semua peraturan perundang-undangan.

Demi mencegah polemik meluas, Bima menyarankan agar hasil TWK dibuka lewat pengadilan.

"Apakah ini bisa dibuka? Bisa, melalui pengadilan silakan saja," katanya.

Dengan begitu, pegawai yang setuju Pancasila diganti dengan ideologi lain, atau yang menentang pembubaran organisasi radikal dan teroris, akan diketahui publik.

BKN menekankan bahwa karena pelaksanaan TWK menggunakan instrumen TNI AD dan profiling berasal dari BNPT dan BIN, maka BKN tidak berhak membuka datanya ke publik.

"Saya tidak bisa lancang menyebarkan ini, dan mereka mengatakan ini adalah rahasia negara. Jadi itu hak mereka bukan saya," ujar Bima.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US