The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Terungkap! Remaja Laki-Laki yang Diperkosa Janda, Ayahnya Tak Terima Ada Bekas Cupang
Ilustrasi. (ist)
News

Terungkap! Remaja Laki-Laki yang Diperkosa Janda, Ayahnya Tak Terima Ada Bekas Cupang

Kamis, 22 April 2021 19:37 WIB 22 April 2021, 19:37 WIB

INDOZONE.ID - Kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang janda cantik berinisal DP (28 tahun) terhadap seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun di Probolinggo, Jawa Timur, menguak fakta baru.

Ternyata, si remaja laki-laki itu cukup menikmati saat "diperkosa" oleh si janda cantik.

Hanya saja, ayah si remaja tidak terima atas apa yang dialami anaknya. Ayahnyalah yang justru melaporkan si janda yang berprofesi sebagai biduan dangdut itu ke Polres Probolinggo.

"Hancur masa depan anak saya gara-gara biduan janda itu," ujar S, ayah kandung si remaja laki-laki.

Laporannya telah diterima oleh Satreskrim Polres Probolinggo dan kini tengah diselidiki oleh penyidik.

Rencananya, polisi akan memeriksa si remaja dan ayahnya, sebelum memanggil DP sebagai terlapor.

Kasus ini terungkap setelah si remaja laki-laki tidak pulang selama tiga hari berturut-turut.

Setelah membuat orang tuanya cemas, si remaja pulang dengan kondisi leher penuh bekas cupang, karena digigit oleh si janda saat mereka berhubungan badan.

Selain di leher, si janda cantik juga menggigit jari si remaja laki-laki.

Belakangan terungkap, janda tersebut ternyata masih berusia 28 tahun. Ia masih cantik dan singset. 

Remaja laki-laki itu pertama kali mengenal DP saat ia menjadi kameramen di acara orkes dangdut di Probolinggo.

Dari situ, ia kerap diajak jalan-jalan oleh DP dan makan bersama layaknya orang pacaran.

Puncaknya, setelah mereka berkencan selama tiga hari suntuk, ia diajak oleh DP ke indekosnya. Di sana, DP mengajaknya minum minuman beralkohol.

Saat mengetahui bahwa si remaja laki-laki mabuk, DP memanfaatkan kesempatan itu untuk mencabuli dan mengajaknya berhubungan intim.

Si remaja laki-laki itu cukup menikmati berhubungan badan dengan DP. Masalahnya, di tengah jalan, DP bermain "terlalu kasar". 

Artikel Menarik Lainnya:

Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US