The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ngeri, WHO Sebut Covid-19 di 6 Provinsi Indonesia Meroket: Banten & Sumut Tertinggi
Petugas di lokasi pemakaman pekuburan COVID-19. (photo/ANTARA FOTO/Indrayadi TH)
News

Ngeri, WHO Sebut Covid-19 di 6 Provinsi Indonesia Meroket: Banten & Sumut Tertinggi

Kamis, 22 Juli 2021 17:15 WIB 22 Juli 2021, 17:15 WIB

INDOZONE.ID - Kasus Covid-19 mingguan di sejumlah provinsi Indonesia kembali menggila. Bahkan lonjakan kasus tertinggi dipegang oleh Banten dengan kenaikan 540 persen.

Data ini disampaikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam Situation Report-64 yang dirilis pada Rabu (21/7/2021). Situation report ini rutin di-update setiap pekan oleh WHO.

Dari 32 provinsi di Indonesia, 17 di antaranya mengalami lonjakan kasus hingga 50 persen.

"Selama sepekan, antara 12 hingga 18 Juli, 32 dari 34 provinsi melaporkan peningkatan jumlah kasus, sementara 17 di antaranya mengalami peningkatan kasus yang mengkhawatirkan sebesar 50 persen atau lebih; 21 provinsi (8 provinsi baru ditambahkan sejak minggu sebelumnya) sekarang telah melaporkan varian Delta; dan tes positif proporsinya lebih dari 20 persen di 33 dari 34 provinsi," tulis WHO dalam laporannya.

WHO juga menyebut ada enam provinsi dengan lonjakan kasus tertinggi bahkan lebih dari 150 persen. Disebutkan Banten jadi provinsi dengan lonjakan tertinggi yakni 540 persen. Lalu disusul Sumatera Utara dengan 238 persen.

"Dari jumlah tersebut, enam provinsi mengalami peningkatan lebih dari 150 persen: Banten (540%), Sumatera Utara (238%), Papua (233%), Kalimantan Selatan (196%), Jawa Timur (187%) dan Jambi (152%)," demikian paparan data WHO. Ini merupakan data pekan lalu pada 12-16 Juli 2021.

Berdasarkan data tersebut, WHO menyatakan Indonesia sedang menghadapi tingkat penularan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, WHO menyarankan agar pembatasan yang ketat diberlakukan.

"Indonesia saat ini menghadapi tingkat penularan yang sangat tinggi, dan ini merupakan indikasi tentang betapa sangat pentingnya untuk menerapkan pembatasan kegiatan sosial dan penanganan kesehatan masyarakat yang ketat (public health and social measures/PHSM), khususnya pembatasan pergerakan, di seluruh wilayah negara," lanjutnya.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Victor Median
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US