The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

 Marah Besar, Prancis Tarik Utusan dari AS-Australia Gegara Kapal Selam Nuklir
Ilustrasi. Presiden Prancis Emmanuel Macron. (photo/Ludovic Marin/Pool via REUTERS/ilustrasi)
News

Marah Besar, Prancis Tarik Utusan dari AS-Australia Gegara Kapal Selam Nuklir

Sabtu, 18 September 2021 18:06 WIB 18 September 2021, 18:06 WIB

INDOZONE.ID - Prancis menarik para duta besarnya dari Amerika Serikat (AS) dan Australia setelah dua negara tersebut bekerja sama terkait kapal selam nuklir.

Penarikan itu terkait kesepakatan keamanan trilateral yang berujung pada pembatalan kontrak kapal selam rancangan Prancis senilai 40 miliar dolar AS (Rp570 triliun).

"Keputusan langka yang diambil oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dibuat karena betapa serius masalah ini," kata Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian dalam sebuah pernyataan dikutip dari REUTERS, Sabtu (18/9).

Pada Kamis (16/9), Australia mengatakan akan membatalkan kesepakatan senilai 40 miliar dolar dengan perusahaan kontraktor pertahanan Prancis, Naval Group, untuk membangun armada kapal selam konvensional.

Sebagai gantinya, Australia akan membangun setidaknya delapan kapal selam bertenaga nuklir dengan teknologi buatan AS dan Inggris setelah ketiga negara membuat kemitraan keamanan. 

Baca juga: Atta Halilintar Laporkan Savas Fresh Lantaran Habis Kesabaran Keluarganya Difitnah

Prancis menyebut kesepakatan trilateral itu sebagai tindakan menusuk dari belakang.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Amerika Serikat menyesali keputusan Prancis untuk menarik duta besarnya dan bahwa Washington telah berbicara dengan Prancis mengenai penarikan itu.

Pejabat tersebut mengatakan Amerika Serikat akan melakukan pembicaraan Prancis beberapa mendatang untuk menyelesaikan perbedaan pandangan. 

Disisi lain, Seorang juru bicara perdana menteri Australia menolak berkomentar tentang masalah ini.

Penarikan duta besar Prancis dari Amerika Serikat dan Australia, sekutu utama Prancis, merupakan yang pertama kali dilakukan.

Pernyataan kementerian luar negeri Prancis tidak menyebutkan Inggris, tetapi sumber diplomatik mengatakan Prancis menganggap Inggris telah bergabung dengan kesepakatan itu secara oportunistik.

"Kami tidak perlu mengadakan konsultasi dengan duta besar (Inggris) kami untuk mengetahui apa yang harus dilakukan atau untuk menarik kesimpulan apa pun," tambah sumber itu.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US