The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Komisi Yudisial Butuh Adanya Sinergi dengan Penegak Hukum untuk Berantas Mafia Tanah
Ilustrasi sengketa tanah. (Pixabay/Brenkee)
News

Komisi Yudisial Butuh Adanya Sinergi dengan Penegak Hukum untuk Berantas Mafia Tanah

Kamis, 07 Oktober 2021 11:37 WIB 07 Oktober 2021, 11:37 WIB

Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia (KY RI) Mukti Fajar Nur Dewata memandang perlu ada sinergi bersama seluruh mitra penegak hukum dalam mengatasi permasalahan mafia tanah.

"Dalam memberantas mafia tanah, harus ada sinergisitas bersama yang melibatkan seluruh mitra kerja penegak hukum," kata Mukti Fajar ketika memberi sambutan dalam seminar nasional bertajuk Peran Komisi Yudisial dalam Silang Sengkarut Kasus Pertanahan di Pengadilan, seperti dilansir dari Antara, Kamis (7/10/2021).

Selain penegak hukum, Mukti Fajar juga menyebutkan bahwa harus ada sinergisitas dengan pemerintah, lembaga-lembaga negara, akademikus, lembaga swadaya masyarakat, media, dan masyarakat luas untuk memberantas mafia tanah dengan efektif.

Permasalahan terkait mafia tanah, kata dia, cenderung sangat sistematis, terorganisasi, dan para mafia mengerjakannya dari hulu ke hilir.

Mukti Fajar menyebutkan terdapat berbagai modus tindak pidana bidang pertanahan, seperti pemalsuan dokumen, pendudukan ilegal, penggunaan dokumen-dokumen lama, AJP (ayat jurnal penyesuaian) palsu, hingga melakukan rekayasa perkara sampai para mafia mendapatkan legalitas di peradilan.

Objek yang menjadi sasaran mafia tanah pun, menurut dia, bukan hanya tanah milik pribadi, melainkan sudah merambah ke tanah milik lembaga dan negara.

"Presiden menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen dalam memberantas mafia tanah," ucapnya.

Dalam menjalankan komitmen tersebut, Mukti Fajar mengatakan bahwa Komisi Yudisial menaruh perhatian atas kasus-kasus tersebut dengan mengambil langkah dan upaya yang sesuai dengan kewenangan lembaga.

"Komisi Yudisial melakukan pengawasan pada persidangan kasus-kasus tanah yang terindikasi sebagai bagian dari kejahatan mafia tanah tersebut," katanya lagi.

Ia juga menjelaskan bahwa Komisi Yudisial menyelenggarakan seminar nasional ini untuk mendengarkan paparan dan memperoleh rekomendasi dari para pemangku kepentingan serta para profesional yang hadir sebagai narasumber.

"Agar lebih memudahkan Komisi Yudisial dalam melakukan tindakan dan (menentukan, red.) upaya yang tepat dan efektif," kata Mukti Fajar.

Artikel Menarik lainnya:

TAG
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US